Kesimpulan Kitab "Membedah Klaim Keterkaitan Asyairoh dengan Ahlus Sunnah"
Setelah pemaparan singkat dan penukilan yang terdokumentasi
ini, tampak jelas bagi pembaca yang objektif bahwa klaim keterikatan Asy’ariyah
dengan manhaj Salaf Ahlussunnah wal Jama’ah tidaklah terbukti benar saat
diteliti secara mendalam. Bahkan, klaim tersebut berbenturan dengan dalil yang
tegas, bertentangan dengan ijma’ Salaf, dan menyelisihi prinsip-prinsip dasar
yang telah mereka sepakati, terutama dalam masalah iman, ketinggian Alloh di
atas makhluk-Nya, serta firman Alloh Subhanahu.
Saya sampaikan hal ini demi menjelaskan kebenaran dan
sebagai nasihat bagi siapa pun yang memasang telinganya dan menyaksikannya
dengan saksama.
Sebab kebenaran itu hanya bisa diketahui melalui dalil —dan
dalil-dalil sudah ada di hadapan Anda—, kebenaran tidak diraih hanya dengan
sekadar pengakuan atau penyandaran diri, melainkan dengan mengikuti dan meniti
petunjuk.
Maka bertakwalah kepada Alloh dalam menjaga prinsip-prinsip
agama kalian, dan lihatlah aqidah Salaf umat ini dari kalangan Sohabat, Tabi’in,
serta para imam pada kurun waktu terbaik;
Karena sungguh mereka tidak larut dalam perdebatan kalam,
tidak menyimpangkan sifat-sifat Alloh, tidak berfaham murji’ah dalam masalah
iman. Sebaliknya, mereka beriman kepada Alloh sesuai dengan apa yang Dia sifatkan
untuk diri-Nya sendiri. Mereka menetapkan apa yang Dia tetapkan bagi diri-Nya
tanpa menyerahkan maknanya (tafwidh), tanpa memalingkan maknanya (takwil),
tanpa meniadakan sifat-Nya (tathil), tanpa menyerupakan-Nya dengan
makhluk (tamtsil), dan tanpa menanyakan bagaimana hakikatnya (takyif).
Maka jalan manakah yang lebih mendapat petunjuk daripada
jalan mereka? Pemahaman manakah yang lebih bersih daripada pemahaman mereka?
Dan cahaya manakah yang lebih terang daripada cahaya mereka?!
Ya Alloh, berilah petunjuk kepada kami dan seluruh kaum Muslimin
menuju kebenaran, dan berilah kami taufik untuk mengikuti jalan orang-orang
yang beriman.
Serta kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau beri
ni’mat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang sholih.
Semoga sholawat
dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan
seluruh Sohabatnya.[NK]
