Sebagian Adab Ahlul Hadits #2 Menurut Abul Hasan Al-Asy'ari
Imam
Abul Hasan Al-Asy’ari berkata:
* مع التواضع
وحسن الخلق وبذل المعروف وكف الأذى وترك الغيبة والنميمة والسعاية وتفقد المأكل والمشرب
Bersikap: tawadhu’ (rendah hati), berakhlak
mulia, melakukan kebaikan; menahan diri: dari menyakiti; meninggalkan:
ghibah, namimah, adu domba; dan memperhatikan makanan serta minuman.
Bahasa:
(الغيبة): Menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia tidak suka.
(النميمة): Menyampaikan perkataan di antara manusia dengan tujuan
merusak hubungan di antara mereka.
(السعاية): Mengadu domba dengan tujuan menjatuhkan.
Penjelasan:
Semua yang
disebutkan adalah bagian dari adab Ahli Hadits. Imam Al-Hafizh Abu Bakr Al-Isma’ily
berkata dalam kitabnya, I’tiqod A-immah Ahlil Hadits (hal. 79): “Bersamaan
dengan itu, mereka berpegang teguh pada Al-Jama’ah, menjaga diri dalam hal
makanan, minuman, dan pakaian, bergegas dalam melakukan kebaikan, beramar ma’ruf
nahi mungkar, berpaling dari orang-orang yang bodoh sampai mereka mengajarkan
dan menjelaskan kebenaran kepada mereka, kemudian baru mengingkari dan
menghukum setelah ada penjelasan dan pemakluman di antara dan dari mereka.”
Syaikhul
Islam Abu Utsman Ash-Shobuni berkata dalam kitabnya, Aqidah As-Salaf Ash-Hab
Al-Hadits (hal. 98-99): “Mereka saling berpesan untuk mendirikan Sholat malam
setelah tidur, menyambung tali silaturohim dalam berbagai keadaan, menyebarkan
salam, memberi makan, mengasihi orang-orang fakir, miskin, dan anak yatim,
memperhatikan urusan kaum Muslimin, menjaga diri dari hal yang harom dalam
makanan, minuman, pakaian, pernikahan, dan pengeluaran, bergegas dalam
kebaikan, beramar ma’ruf nahi mungkar, bergegas untuk melakukan semua kebaikan,
dan bertaqwa dari keburukan akibat ketamakan. Mereka saling berpesan dalam
kebenaran dan kesabaran, saling mencintai dalam agama dan saling membenci
karena agama. Mereka menjauhi perdebatan tentang Alloh dan perselisihan di
dalamnya.”
Semua yang
disebutkan oleh Syaikh Rohimahullah di sini, beserta apa yang telah
disebutkan sebelumnya, adalah adab-adab yang dimiliki oleh Ahli Hadits. Mereka
adalah orang-orang yang paling tahu tentang Alloh, syariat-Nya, hukum-Nya, dan
hikmah-Nya. Oleh karena itu, mereka adalah orang yang paling berhak untuk
diikuti dan diteladani jejak mereka dalam adab-adab yang mereka miliki, karena
itu adalah adab-adab Islam yang diserukan dan dianjurkan oleh Al-Kitab dan
As-Sunnah. Maka, wajib bagi setiap Muslim untuk mencontoh mereka dalam hal itu,
mengikuti jejak mereka, dan mendapat petunjuk dari petunjuk mereka hingga dapat
menyusul mereka.
Kesimpulan:
Ahlus
Sunnah memiliki sifat-sifat tawadhu’, berlapang dada, menjaga diri dari yang
harom, berakhlak mulia, waro’ (berhati-hati), dan lain-lain.
Diskusi:
S1: Sebutkan
sebagian adab Ahlul Hadits!