Tafsir Surat Yasin dari Tafsir Muyassar
Tafsir
Muyassar dari Surat Yasin
Judul tema
berasal dari pentarjamah
๐ Permulaan Surat Yasin dan
Sumpah dengan Al-Qur’an
1- ูุณ
{Yasin} Pembahasan mengenai huruf-huruf muqoththo’ah
(huruf-huruf terpisah) telah dijelaskan pada awal surat Al-Baqoroh (QS. Al-Baqoroh:
1).
2- َูุงُْููุฑْุขِู
ุงْูุญَِููู
ِ
Allah Ta’ala bersumpah dengan Al-Qur’an yang hakim
(penuh hikmah) yang mencakup hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan hujjah-hujjah
(bukti-bukti).
3- ุฅََِّูู َูู
َِู ุงْูู
ُุฑْุณََِููู
Sesungguhnya engkau -wahai Rosul (Muhammad) ๏ทบ- benar-benar termasuk dari para Rosul yang diutus dengan wahyu
Allah kepada hamba-hamba-Nya.
4- ุนََูู ุตِุฑَุงุทٍ
ู
ُุณْุชَِููู
ٍ
Engkau berada di atas jalan yang lurus dan moderat,
yaitu Islam.
5- ุชَْูุฒَِูู ุงْูุนَุฒِูุฒِ
ุงูุฑَّุญِูู
ِ
Allah menurunkan Al-Qur’an ini, yang merupakan penurunan
dari Al-Aziz (Yang Mahaperkasa) dalam pembalasan-Nya terhadap ahli
kekufuran dan kemaksiatan, dan Ar-Rohim (Yang Maha Penyayang) kepada
siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan beramal sholih.
๐ข Tujuan Pengutusan Rosul dan
Keadaan Kaum yang Lalai
6- ِูุชُْูุฐِุฑَ َْููู
ًุง
ู
َุง ุฃُْูุฐِุฑَ ุขุจَุงุคُُูู
ْ َُููู
ْ ุบَุงَُِูููู
Kami menurunkannya (Al-Qur’an) kepadamu -wahai Rosul- agar
engkau memberi peringatan dengannya kepada suatu kaum yang leluhur mereka belum
pernah diperingatkan sebelummu, yaitu bangsa Arab. Maka kaum ini berada dalam
kelalaian dari Iman dan istiqomah dalam amal sholih.
Setiap umat yang terputus dari peringatan, niscaya ia akan
jatuh dalam kelalaian. Di dalam hal ini terdapat dalil tentang wajibnya dakwah
dan peringatan atas para ulama yang memahami Allah dan Syari’at-Nya, untuk
membangunkan kaum Muslimin dari kelalaian mereka.
7- ََููุฏْ ุญََّู
ุงَُْْูููู ุนََูู ุฃَْูุซَุฑِِูู
ْ َُููู
ْ َูุง ُูุคْู
َُِููู
Sungguh, telah wajib ‘adzab (siksaan) atas kebanyakan
orang-orang kafir ini, setelah kebenaran ditawarkan kepada mereka, lalu mereka
menolaknya. Maka, mereka tidak beriman kepada Allah, tidak pula kepada
Rosul-Nya, dan tidak mengamalkan Syari’at-Nya.
๐ Hukuman dan Penghalang Bagi
Orang Kafir yang Enggan Beriman
8- ุฅَِّูุง ุฌَุนََْููุง ِูู
ุฃَุนَْูุงِِููู
ْ ุฃَุบَْูุงًูุง ََِููู ุฅَِูู ุงْูุฃَุฐَْูุงِู َُููู
ْ ู
ُْูู
َุญَُูู
Sesungguhnya Kami telah menjadikan orang-orang kafir
ini—yang kebenaran ditawarkan kepada mereka lalu mereka menolaknya, dan mereka
bersikeras dalam kekufuran dan ketidakimanan—seperti orang yang dipasangi
belenggu di leher mereka, sehingga tangan mereka terkumpul bersama leher mereka
di bawah dagu mereka, yang menyebabkan mereka terpaksa mengangkat kepala mereka
ke langit. Maka, mereka terbelenggu dari segala bentuk kebaikan, tidak dapat
melihat kebenaran dan tidak dapat mendapatkan petunjuk padanya.
9- َูุฌَุนََْููุง ู
ِْู
ุจَِْูู ุฃَْูุฏِِููู
ْ ุณَุฏًّุง َูู
ِْู ุฎَِِْูููู
ْ ุณَุฏًّุง َูุฃَุบْุดََْููุงُูู
ْ َُููู
ْ َูุง
ُูุจْุตِุฑَُูู
Dan Kami telah membuat di hadapan orang-orang kafir itu
dinding penghalang dan di belakang mereka dinding penghalang. Maka, mereka
berada pada kedudukan seperti orang yang jalannya terhalang dari depan dan dari
belakang. Lalu Kami butakan mata mereka disebabkan kekufuran dan kesombongan
mereka. Maka, mereka tidak melihat jalan yang benar, dan tidak mendapatkan
petunjuk. Setiap orang yang menyambut dakwah Islam dengan berpaling dan
menentang, ia pantas mendapatkan hukuman ini.
10- َูุณََูุงุกٌ ุนََِْูููู
ْ
ุฃَุฃَْูุฐَุฑْุชَُูู
ْ ุฃَู
ْ َูู
ْ ุชُْูุฐِุฑُْูู
ْ َูุง ُูุคْู
َُِููู
Sama saja bagi orang-orang kafir yang membangkang ini, baik
engkau peringatkan mereka -wahai Rosul- atau engkau tidak peringatkan, mereka
tidak akan membenarkan dan tidak akan beramal (seperti Abu Jahal CS).
๐ก Manfaat Peringatan dan
Catatan Amalan
11- ุฅَِّูู
َุง ุชُْูุฐِุฑُ
ู
َِู ุงุชَّุจَุนَ ุงูุฐِّْูุฑَ َูุฎَุดَِู ุงูุฑَّุญْู
ََู ุจِุงْูุบَْูุจِ َูุจَุดِّุฑُْู
ุจِู
َุบِْูุฑَุฉٍ َูุฃَุฌْุฑٍ َูุฑِูู
ٍ
Peringatanmu hanyalah bermanfaat bagi orang yang beriman
kepada Al-Qur’an dan mengikuti hukum-hukum Allah yang terkandung di dalamnya,
serta takut kepada Ar-Rohman (Allah) saat tidak ada seorang pun yang
melihatnya kecuali Allah. Maka, berilah kabar gembira kepadanya dengan ampunan
dari Allah atas dosa-dosanya, dan pahala dari-Nya di Akhirat atas amal sholihnya,
yaitu masuk Jannah.
12- ุฅَِّูุง َูุญُْู ُูุญِْู
ุงْูู
َْูุชَู ََْูููุชُุจُ ู
َุง َูุฏَّู
ُูุง َูุขุซَุงุฑَُูู
ْ ََُّููู ุดَْูุกٍ ุฃَุญْุตََْููุงُู
ِูู ุฅِู
َุงู
ٍ ู
ُุจٍِูู
Sesungguhnya Kami-lah yang menghidupkan kembali semua orang
yang telah mati dengan membangkitkan mereka pada Hari Kiamat. Dan Kami mencatat
apa yang telah mereka kerjakan, baik berupa kebaikan maupun keburukan, dan atsar
(jejak) mereka yang menjadi sebab bagi mereka, baik semasa hidup maupun setelah
mati, seperti anak sholih, ilmu yang bermanfaat, dan shodaqoh jariyah
(sedekah yang terus mengalir pahalanya) dari kebaikan, dan seperti syirik
(menyekutukan Allah) dan maksiat dari keburukan. Dan segala sesuatu Kami hitung
dalam sebuah Kitab yang jelas, yaitu Ummu Al-Kutub (Induk semua Kitab)
dan kepadanya semua merujuk, yaitu Al-Lauh Al-Mahfuzh.
Maka, sepantasnya bagi orang yang berakal untuk
mengintrospeksi dirinya agar menjadi qudwah (teladan) dalam kebaikan,
baik semasa hidupnya maupun setelah ia mati.
๐️ Kisah Penduduk Al-Qoryah
(Negeri)
13- َูุงุถْุฑِุจْ َُููู
ْ
ู
َุซًَูุง ุฃَุตْุญَุงุจَ ุงَْููุฑَْูุฉِ ุฅِุฐْ ุฌَุงุกََูุง ุงْูู
ُุฑْุณََُููู
Dan berikanlah -wahai Rosul- kepada kaummu yang musyrik
yang menolak dakwahmu sebuah permisalan agar mereka mengambil pelajaran, yaitu
kisah penduduk Al-Qoryah (negeri), ketika para Rosul datang kepada
mereka.
14- ุฅِุฐْ ุฃَุฑْุณََْููุง
ุฅَِِْูููู
ُ ุงุซَِْْููู ََููุฐَّุจُُููู
َุง َูุนَุฒَّุฒَْูุง ุจِุซَุงِูุซٍ ََููุงُููุง ุฅَِّูุง
ุฅَُِْูููู
ْ ู
ُุฑْุณََُููู
(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang Rosul
untuk menyeru mereka kepada Iman kepada Allah dan meninggalkan peribadatan
selain-Nya. Namun, penduduk Al-Qoryah mendustakan kedua Rosul itu. Maka,
Kami perkuat keduanya dengan Rosul yang ketiga. Lalu, ketiga Rosul itu berkata
kepada penduduk Al-Qoryah: “Sesungguhnya kami, wahai kaum sekalian,
adalah Rosul-Rosul yang diutus kepada kalian.”
15- َูุงُููุง ู
َุง ุฃَْูุชُู
ْ
ุฅَِّูุง ุจَุดَุฑٌ ู
ِุซَُْููุง َูู
َุง ุฃَْูุฒََู ุงูุฑَّุญْู
َُู ู
ِْู ุดَْูุกٍ ุฅِْู ุฃَْูุชُู
ْ
ุฅَِّูุง ุชَْูุฐِุจَُูู
Penduduk Al-Qoryah berkata kepada para Rosul: “Kalian
tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami. Dan Ar-Rohman tidak
menurunkan sesuatu pun dari wahyu. Kalian tidak lain -wahai para Rosul-
hanyalah berdusta.”
16- َูุงُููุง ุฑَุจَُّูุง
َูุนَْูู
ُ ุฅَِّูุง ุฅَُِْูููู
ْ َูู
ُุฑْุณََُููู
Para Rosul berkata seraya menegaskan: “Robb kami yang
mengutus kami, Dia mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar Rosul-Rosul
yang diutus kepada kalian.”
17- َูู
َุง ุนَََْูููุง
ุฅَِّูุง ุงْูุจََูุงุบُ ุงْูู
ُุจُِูู
“Dan tidak ada kewajiban atas kami melainkan menyampaikan
risalah dengan jelas, dan kami tidak memiliki kuasa untuk memberi petunjuk kepada
kalian, karena petunjuk hanya di tangan Allah semata.”
18- َูุงُููุง ุฅَِّูุง
ุชَุทََّูุฑَْูุง ุจُِูู
ْ َูุฆِْู َูู
ْ ุชَْูุชَُููุง ََููุฑْุฌُู
ََُّููู
ْ َََูููู
َุณََُّّููู
ْ
ู
َِّูุง ุนَุฐَุงุจٌ ุฃَِููู
ٌ
Penduduk Al-Qoryah berkata: “Sesungguhnya kami merasa
sial (tasyฤ’um)
dengan sebab kalian. Sungguh, jika kalian tidak berhenti dari dakwah kalian
kepada kami, niscaya kami akan benar-benar membunuh kalian dengan cara melempar
dengan batu, dan pasti akan menimpa kalian ‘adzab yang pedih dan
menyakitkan dari kami.”
19- َูุงُููุง ุทَุงุฆِุฑُُูู
ْ
ู
َุนَُูู
ْ ุฃَุฆِْู ุฐُِّูุฑْุชُู
ْ ุจَْู ุฃَْูุชُู
ْ َْููู
ٌ ู
ُุณْุฑَُِููู
Para Rosul berkata: “Kesialan dan amalan buruk kalian berupa
syirik dan kejahatan ada bersama kalian dan akan kembali kepada kalian.
Apakah karena kalian dinasihati dengan sesuatu yang di dalamnya terdapat
kebaikan bagi kalian, lalu kalian merasa sial dan mengancam kami dengan
dilempari batu dan disiksa?”
“Bahkan kalian adalah kaum yang memiliki kebiasaan melampaui
batas (isrof) dalam kemaksiatan dan pendustaan.”
๐ Pahlawan dari Ujung Kota
dan Akhir Kisahnya
20- َูุฌَุงุกَ ู
ِْู ุฃَْูุตَู
ุงْูู
َุฏَِููุฉِ ุฑَุฌٌُู َูุณْุนَู َูุงَู َูุง َْููู
ِ ุงุชَّุจِุนُูุง ุงْูู
ُุฑْุณََِููู
Dan datanglah dari tempat yang jauh di kota itu seorang rojul
(laki-laki) dengan bergegas (hal itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa
penduduk Al-Qoryah bertekad untuk membunuh atau menyiksa para Rosul). Ia
berkata: “Wahai kaumku, ikutilah para Rosul yang diutus kepada kalian dari
Allah.”
21- ุงุชَّุจِุนُูุง ู
َْู َูุง
َูุณْุฃَُُููู
ْ ุฃَุฌْุฑًุง َُููู
ْ ู
ُْูุชَุฏَُูู
“Ikutilah orang-orang yang tidak meminta harta kepada kalian
sebagai upah atas penyampaian risalah, dan mereka adalah orang-orang yang
mendapatkan petunjuk dalam apa yang mereka serukan kepada kalian, yaitu
peribadatan hanya kepada Allah semata.”
Dalam hal ini terdapat penjelasan tentang keutamaan orang
yang bergegas untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
22- َูู
َุง َِูู َูุง
ุฃَุนْุจُุฏُ ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู َูุฅَِِْููู ุชُุฑْุฌَุนَُูู
“Dan apakah gerangan yang menghalangiku untuk tidak
menyembah Allah yang telah menciptakanku, padahal kepada-Nya kalian semua akan
dikembalikan?”
23- ุฃَุฃَุชَّุฎِุฐُ ู
ِْู
ุฏُِِููู ุขَِููุฉً ุฅِْู ُูุฑِุฏِْู ุงูุฑَّุญْู
َُู ุจِุถُุฑٍّ َูุง ุชُุบِْู ุนَِّูู
ุดََูุงุนَุชُُูู
ْ ุดَْูุฆًุง ََููุง ُِْูููุฐُِูู
“Apakah aku akan mengambil alihah
(sesembahan-sesembahan) lain selain Allah yang tidak memiliki kekuasaan sedikit
pun? Jika Ar-Rohman menghendaki keburukan padaku, maka syafaa’at
(pertolongan) mereka tidak akan memberikan manfaat sedikit pun padaku, dan
mereka tidak akan mampu menyelamatkanku dari apa yang menimpaku.”
24- ุฅِِّูู ุฅِุฐًุง َِููู
ุถََูุงٍู ู
ُุจٍِูู
“Sesungguhnya jika aku melakukan hal itu, niscaya aku
benar-benar berada dalam kesalahan yang jelas dan nyata.”
25- ุฅِِّูู ุขู
َْูุชُ
ุจِุฑَุจُِّูู
ْ َูุงุณْู
َุนُِูู
“Sesungguhnya aku telah beriman kepada Robb kalian, maka
dengarkanlah apa yang aku katakan kepada kalian, dan taatilah aku dengan Iman.”
Ketika ia mengatakan itu, kaumnya melompat kepadanya dan
membunuhnya. Maka, Allah memasukkannya ke dalam Jannah.
26- َِููู ุงุฏْุฎُِู
ุงْูุฌََّูุฉَ َูุงَู َูุง َْููุชَ َْููู
ِู َูุนَْูู
َُูู
Dikatakan kepadanya setelah ia dibunuh: “Masuklah ke dalam Jannah,”
sebagai ikrom (pemuliaan) baginya. Ia berkata -saat ia berada dalam
kenikmatan dan kemuliaan: “Aduhai, seandainya saja kaumku mengetahui.”
27- ุจِู
َุง ุบََูุฑَ ِูู
ุฑَุจِّู َูุฌَุนََِููู ู
َِู ุงْูู
ُْูุฑَู
َِูู
“Tentang pengampunan Robbku kepadaku dan pemuliaan-Nya
atasku, disebabkan keimananku kepada Allah, kesabaranku dalam ketaatan
kepada-Nya, dan pengikutan (ittiba’)ku kepada Rosul-Rosul-Nya hingga aku
terbunuh. Agar mereka (kaumnya) beriman kepada Allah lalu mereka masuk Jannah
sepertiku.”
๐ช️ Kehancuran Penduduk
Al-Qoryah
28- َูู
َุง ุฃَْูุฒََْููุง
ุนََูู َْููู
ِِู ู
ِْู ุจَุนْุฏِِู ู
ِْู ุฌُْูุฏٍ ู
َِู ุงูุณَّู
َุงุกِ َูู
َุง َُّููุง
ู
ُْูุฒَِِููู
Perkara itu tidak membutuhkan turunnya pasukan dari langit
untuk menyiksa mereka setelah mereka membunuh rojul yang memberi nasihat
kepada mereka dan mendustakan Rosul-Rosul mereka. Sebab, mereka lebih lemah dan
lebih remeh dari itu. Dan tidaklah Kami menurunkan Malaikat atas umat-umat
ketika Kami membinasakan mereka, bahkan Kami mengirimkan ‘adzab yang
menghancurkan mereka.
29- ุฅِْู َูุงَูุชْ ุฅَِّูุง
ุตَْูุญَุฉً َูุงุญِุฏَุฉً َูุฅِุฐَุง ُูู
ْ ุฎَุงู
ِุฏَُูู
Kehancuran mereka tidak lain hanyalah dengan satu shoihat
(teriakan) saja. Tiba-tiba mereka mati, tidak tersisa satu pun dari mereka.
๐ญ Penyesalan dan Pelajaran
dari Kaum yang Dihancurkan
30- َูุง ุญَุณْุฑَุฉً ุนََูู
ุงْูุนِุจَุงุฏِ ู
َุง َูุฃْุชِِููู
ْ ู
ِْู ุฑَุณٍُูู ุฅَِّูุง َูุงُููุง ุจِِู َูุณْุชَْูุฒِุฆَُูู
Duhai, betapa menyesalnya hamba-hamba itu (ya hasrotal ‘ibฤd)
pada Hari Kiamat ketika mereka melihat ‘adzab. Tidaklah seorang Rosul
datang kepada mereka dari Allah Ta’ala melainkan mereka selalu
mengolok-olok dan mencemoohnya.
31- ุฃََูู
ْ َูุฑَْูุง َูู
ْ
ุฃَََْْููููุง َูุจَُْููู
ْ ู
َِู ุงُْููุฑُِูู ุฃََُّููู
ْ ุฅَِِْูููู
ْ َูุง َูุฑْุฌِุนَُูู
Tidakkah orang-orang yang mengolok-olok ini melihat dan
mengambil pelajaran dari generasi-generasi sebelum mereka yang telah Kami
binasakan, bahwasanya mereka tidak akan kembali ke dunia ini?
32- َูุฅِْู ٌُّูู َูู
َّุง
ุฌَู
ِูุนٌ َูุฏََْููุง ู
ُุญْุถَุฑَُูู
Dan sungguh semua generasi yang Kami binasakan ini dan
selain mereka, semuanya akan dihadirkan di sisi Kami pada Hari Kiamat untuk
dihisab dan dibalas (jazฤ’).
๐ Bukti Kekuasaan Allah:
Kebangkitan dan Tanda-Tanda di Alam Semesta
33- َูุขَูุฉٌ َُููู
ُ
ุงْูุฃَุฑْุถُ ุงْูู
َْูุชَุฉُ ุฃَุญََْْูููุงَูุง َูุฃَุฎْุฑَุฌَْูุง ู
َِْููุง ุญَุจًّุง َูู
ُِْูู
َูุฃَُُْูููู
Dan sebagai dalil bagi orang-orang musyrik ini atas
kekuasaan Allah untuk Ba’ts (kebangkitan) dan Nusyur (penyebaran):
bumi yang mati (mayyitah) yang tidak ada tumbuhan di dalamnya,
Kami hidupkan kembali dengan menurunkan air (hujan). Dan Kami keluarkan darinya
berbagai jenis tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan ternak. Dan barang siapa
yang menghidupkan bumi dengan tumbuhan, maka Dia juga mampu menghidupkan
makhluk setelah mati.
34- َูุฌَุนََْููุง َِูููุง
ุฌََّูุงุชٍ ู
ِْู َูุฎٍِูู َูุฃَุนَْูุงุจٍ ََููุฌَّุฑَْูุง َِูููุง ู
َِู ุงْูุนُُِููู
Dan Kami jadikan di bumi itu kebun-kebun (jannฤt)
dari pohon kurma (nakhil) dan anggur (a’nฤb), dan Kami pancarkan
di dalamnya sumber-sumber air (‘uyลซn) yang mengairi kebun-kebun itu.
35- َِููุฃُُْูููุง ู
ِْู
ุซَู
َุฑِِู َูู
َุง ุนَู
َِูุชُْู ุฃَْูุฏِِููู
ْ ุฃَََููุง َูุดُْูุฑَُูู
Semua itu agar hamba-hamba dapat memakan buahnya. Dan itu
semua tidak lain hanyalah dari Rohmah (kasih sayang) Allah kepada
mereka, bukan karena usaha, kerja keras, daya, dan kekuatan mereka. Maka,
apakah mereka tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang tidak
terhitung dan tidak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada mereka?
36- ุณُุจْุญَุงَู ุงَّูุฐِู
ุฎَََูู ุงْูุฃَุฒَْูุงุฌَ ََُّูููุง ู
ِู
َّุง ุชُْูุจِุชُ ุงْูุฃَุฑْุถُ َูู
ِْู ุฃَُْููุณِِูู
ْ
َูู
ِู
َّุง َูุง َูุนَْูู
َُูู
Mahasuci Allah Al-‘Azhim (Yang Maha Agung) yang telah
menciptakan semua jenis (azwฤj) dari segala sesuatu yang ditumbuhkan
oleh bumi, dan dari diri mereka sendiri (laki-laki dan perempuan), serta dari
apa yang tidak mereka ketahui dari makhluk-makhluk Allah lainnya.
Dia Subhanahu telah mengkhususkan diri dengan
penciptaan, maka tidak selayaknya disekutukan dengan selain-Nya.
๐ Tanda-Tanda Kekuasaan di
Langit
37- َูุขَูุฉٌ َُููู
ُ
ุงَُّْูููู َูุณَْูุฎُ ู
ُِْูู ุงََّูููุงุฑَ َูุฅِุฐَุง ُูู
ْ ู
ُุธِْูู
َُูู
Dan sebagai tanda bagi mereka yang menunjukkan keesaan Allah
dan kesempurnaan kekuasaan-Nya: malam ini, Kami cabut darinya siang, maka
tiba-tiba mereka berada dalam kegelapan.
38- َูุงูุดَّู
ْุณُ ุชَุฌْุฑِู
ِูู
ُุณْุชََูุฑٍّ ََููุง ุฐََِูู ุชَْูุฏِูุฑُ ุงْูุนَุฒِูุฒِ ุงْูุนَِููู
ِ
Dan tanda bagi mereka adalah matahari yang berjalan menuju tempat
peredarannya (mustaqor) yang telah Allah tentukan baginya, tidak
melampauinya dan tidak pula berkurang darinya. Itu adalah ketentuan (taqdir)
dari Al-Aziz (Yang tidak terkalahkan), lagi Al-‘Alim (Yang tidak
luput dari pengetahuan-Nya sedikit pun).
39- َูุงَْููู
َุฑَ
َูุฏَّุฑَْูุงُู ู
ََูุงุฒَِู ุญَุชَّู ุนَุงุฏَ َูุงْูุนُุฑْุฌُِูู ุงَْููุฏِูู
ِ
Dan bulan adalah tanda dalam penciptaannya. Kami telah
menetapkan baginya manฤzil (tempat-tempat peredaran) setiap malam. Ia
mulai dari hilal (bulan sabit) yang kecil hingga sempurna menjadi bulan
purnama yang bundar, kemudian ia kembali mengecil seperti ‘urjลซn
(tangkai mayang kurma) yang melengkung dalam hal tipis, melengkung, dan kekuningan,
karena sudah lama dan keringnya.
40- َูุง ุงูุดَّู
ْุณُ
َْููุจَุบِู ََููุง ุฃَْู ุชُุฏْุฑَِู ุงَْููู
َุฑَ ََููุง ุงَُّْูููู ุณَุงุจُِู ุงََّูููุงุฑِ
ٌَُّููู ِูู ٍََููู َูุณْุจَุญَُูู
Masing-masing dari matahari, bulan, malam, dan siang memiliki
waktu yang telah Allah tentukan baginya, yang tidak boleh dilampaui. Maka,
tidak mungkin bagi matahari untuk menyusul bulan sehingga menghapus cahayanya
atau mengubah jalannya. Dan tidak mungkin bagi malam untuk mendahului siang,
sehingga masuk kepadanya sebelum berakhir waktunya. Dan masing-masing dari matahari,
bulan, dan bintang-bintang beredar dalam falak (orbit).
๐ข Nikmat Perahu dan Kuasa
Allah atas Kehidupan
41- َูุขَูุฉٌ َُููู
ْ
ุฃََّูุง ุญَู
ََْููุง ุฐُุฑَِّّูุชَُูู
ْ ِูู ุงُِْْูููู ุงْูู
َุดْุญُِูู
Dan sebagai dalil dan bukti bagi mereka bahwa Allah semata
yang berhak diibadahi, yang melimpahkan nikmat, adalah bahwa Kami telah membawa
siapa saja yang selamat dari keturunan Adam di dalam fulk (perahu) Nuh
yang dipenuhi (masyhลซn) dengan berbagai jenis makhluk, demi
keberlangsungan hidup setelah thufan (banjir besar).
42- َูุฎَََْูููุง َُููู
ْ
ู
ِْู ู
ِุซِِْูู ู
َุง َูุฑَْูุจَُูู
Dan Kami ciptakan bagi orang-orang musyrik ini dan
selain mereka, seperti perahu Nuh, berupa kapal-kapal dan
kendaraan-kendaraan lain yang mereka tumpangi dan yang menyampaikan mereka ke
negeri mereka.
43- َูุฅِْู َูุดَุฃْ
ُูุบْุฑُِْููู
ْ ََููุง ุตَุฑِูุฎَ َُููู
ْ ََููุง ُูู
ْ َُْูููุฐَُูู
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka,
maka mereka tidak akan menemukan penolong (shorฤซkh) yang menyelamatkan
mereka dari tenggelam, dan mereka tidak akan dapat terlepas dari tenggelam.
44- ุฅَِّูุง ุฑَุญْู
َุฉً
ู
َِّูุง َูู
َุชَุงุนًุง ุฅَِูู ุญٍِูู
Kecuali jika Kami merahmati mereka, maka Kami selamatkan
mereka dan Kami berikan kenikmatan (matฤ’) kepada mereka hingga batas
waktu tertentu, agar mereka kembali (bertaubat) dan memperbaiki apa yang telah
mereka lalaikan.
๐ซ Penolakan Kaum Kafir dan
Tanda-Tanda Akhir Zaman
45- َูุฅِุฐَุง َِููู َُููู
ُ
ุงุชَُّููุง ู
َุง ุจََْูู ุฃَْูุฏُِููู
ْ َูู
َุง ุฎََُْูููู
ْ َูุนََُّููู
ْ ุชُุฑْุญَู
َُูู
Dan apabila dikatakan kepada orang-orang musyrik: “Takutlah
terhadap perkara Akhirat dan kengerian serta keadaannya, dan juga terhadap
keadaan dunia dan siksanya, dengan harapan Allah merahmati kalian.” Maka,
mereka berpaling dan tidak menyambut seruan itu.
46- َูู
َุง ุชَุฃْุชِِููู
ْ
ู
ِْู ุขَูุฉٍ ู
ِْู ุขَูุงุชِ ุฑَุจِِّูู
ْ ุฅَِّูุง َูุงُููุง ุนََْููุง ู
ُุนْุฑِุถَِูู
Dan tidaklah datang kepada orang-orang musyrik ini
suatu tanda (ฤyah) yang jelas dari sisi Robb mereka untuk menuntun
mereka kepada kebenaran, dan menjelaskan kepada mereka kebenaran Rosul,
melainkan mereka berpaling darinya dan tidak mengambil manfaat darinya.
47- َูุฅِุฐَุง َِููู َُููู
ْ
ุฃَُِْููููุง ู
ِู
َّุง ุฑَุฒََُููู
ُ ุงَُّููู َูุงَู ุงَّูุฐَِูู ََููุฑُูุง َِّููุฐَِูู
ุขู
َُููุง ุฃَُูุทْุนِู
ُ ู
َْู َْูู َูุดَุงุกُ ุงَُّููู ุฃَุทْุนَู
َُู ุฅِْู ุฃَْูุชُู
ْ ุฅَِّูุง
ِูู ุถََูุงٍู ู
ُุจٍِูู
Dan apabila dikatakan kepada orang-orang kafir: “Sedekahkan sebagian
dari rizqi yang telah Allah karuniakan kepada kalian,” mereka berkata kepada
orang-orang yang beriman seraya berdalih: “Apakah kami harus memberi makan
orang yang seandainya Allah berkehendak, niscaya Dia akan memberinya makan?”
“Tidaklah kalian -wahai orang-orang yang beriman- melainkan
berada dalam kesesatan (dholal) yang jelas dari kebenaran, karena
kalian memerintahkan kami dengan hal itu.”
48- َََُُููููููู ู
َุชَู
َูุฐَุง ุงَْููุนْุฏُ ุฅِْู ُْููุชُู
ْ ุตَุงุฏَِِููู
Dan orang-orang kafir ini berkata dengan maksud mendustakan
dan meminta disegerakan: “Kapankah wa’d (janji) ini terjadi, jika kalian
adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian katakan tentangnya?”
49- ู
َุง َْููุธُุฑَُูู
ุฅَِّูุง ุตَْูุญَุฉً َูุงุญِุฏَุฉً ุชَุฃْุฎُุฐُُูู
ْ َُููู
ْ َูุฎِุตِّู
َُูู
Tidaklah orang-orang musyrik ini yang meminta
disegerakan ancaman Allah kepada mereka, menunggu melainkan satu shoihat
(tiupan) keterkejutan (faza’) pada saat berdirinya Hari Kiamat,
yang akan merenggut mereka secara tiba-tiba, sementara mereka sedang
berbantahan mengenai urusan kehidupan mereka.
50- ََููุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู
ุชَْูุตَِูุฉً ََููุง ุฅَِูู ุฃَِِْูููู
ْ َูุฑْุฌِุนَُูู
Maka, orang-orang musyrik ini tidak akan mampu pada
saat ditiupnya Al-Qorn (sangkakala) untuk berwasiat kepada seorang pun,
dan mereka tidak akan mampu kembali kepada keluarga mereka. Bahkan, mereka mati
di pasar-pasar dan di tempat-tempat mereka.
๐บ Kebangkitan dan Hisab pada
Hari Kiamat
51- َُِูููุฎَ ِูู
ุงูุตُّูุฑِ َูุฅِุฐَุง ُูู
ْ ู
َِู ุงْูุฃَุฌْุฏَุงุซِ ุฅَِูู ุฑَุจِِّูู
ْ َْููุณَُِููู
Dan ditiuplah An-Nafkhotu Ats-Tsฤniyah (tiupan yang
kedua) pada Al-Qorn (sangkakala), lalu roh-roh mereka dikembalikan ke
jasad mereka. Tiba-tiba mereka keluar dari al-ajdฤts (alam kubur) mereka menuju Robb mereka
dengan cepat.
52- َูุงُููุง َูุง
َََْููููุง ู
َْู ุจَุนَุซََูุง ู
ِْู ู
َุฑَْูุฏَِูุง َูุฐَุง ู
َุง َูุนَุฏَ ุงูุฑَّุญْู
َُู َูุตَุฏََู
ุงْูู
ُุฑْุณََُููู
Orang-orang yang mendustakan Ba’ts (kebangkitan)
berkata dengan penuh penyesalan: “Aduhai, celakanya kami (ya wailanฤ),
siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami ini?”
Lalu dijawab dan dikatakan kepada mereka: “Inilah yang telah
dijanjikan oleh Ar-Rohman, dan benar pulalah apa yang disampaikan oleh
para Rosul yang jujur.”
53- ุฅِْู َูุงَูุชْ ุฅَِّูุง
ุตَْูุญَุฉً َูุงุญِุฏَุฉً َูุฅِุฐَุง ُูู
ْ ุฌَู
ِูุนٌ َูุฏََْููุง ู
ُุญْุถَุฑَُูู
Tidaklah Ba’ts dari kubur itu melainkan merupakan
hasil dari satu Nafkhoh
(tiupan) pada Al-Qorn. Tiba-tiba semua makhluk hadir di sisi Kami untuk
dihisab dan dibalas (jazฤ’).
54- َูุงَْْูููู
َ َูุง
ุชُุธَْูู
ُ َْููุณٌ ุดَْูุฆًุง ََููุง ุชُุฌْุฒََْูู ุฅَِّูุง ู
َุง ُْููุชُู
ْ ุชَุนْู
ََُููู
Pada Hari itu, perhitungan dilakukan dengan adil.
Maka, tidaklah satu jiwa pun dizholimi sedikit pun dengan dikurangi kebaikannya
atau ditambahi keburukannya. Dan kalian tidak dibalas melainkan dengan apa yang
telah kalian kerjakan di dunia.
๐ก Keadaan Penghuni Jannah dan
‘Adzab Penghuni Naar
55- ุฅَِّู ุฃَุตْุญَุงุจَ
ุงْูุฌََّูุฉِ ุงَْْูููู
َ ِูู ุดُุบٍُู َูุงَُِูููู
Sesungguhnya penghuni Jannah (Ash-hรฃbu Al-Jannah)
pada Hari itu sibuk dari selain mereka dengan berbagai jenis kenikmatan yang
mereka nikmati.
56- ُูู
ْ َูุฃَุฒَْูุงุฌُُูู
ْ
ِูู ุธَِูุงٍู ุนََูู ุงْูุฃَุฑَุงุฆِِู ู
ُุชَِّูุฆَُูู
Mereka dan pasangan-pasangan mereka menikmati dengan duduk
di atas al-aroik
(dipan-dipan) yang dihiasi, di bawah zhilฤl (naungan) yang luas.
57- َُููู
ْ َِูููุง
َูุงَِููุฉٌ ََُูููู
ْ ู
َุง َูุฏَّุนَُูู
Bagi mereka di Jannah berbagai jenis fawฤkih (buah-buahan)
yang lezat. Dan bagi mereka segala yang mereka minta dari berbagai jenis
kenikmatan.
58- ุณََูุงู
ٌ ًَْูููุง ู
ِْู
ุฑَุจٍّ ุฑَุญِูู
ٍ
Dan bagi mereka kenikmatan lain yang lebih besar, yaitu
ketika Robb mereka, Ar-Rohim berfirman kepada mereka dengan Salam
(Salฤm) kepada mereka.
Dan pada saat itu, mereka mendapatkan keselamatan (salฤmat)
yang sempurna dari segala aspek.
59- َูุงู
ْุชَุงุฒُูุง
ุงَْْูููู
َ ุฃََُّููุง ุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُูู
Dan dikatakan kepada orang-orang kafir pada Hari itu: “Berpisahlah
kalian dari orang-orang yang beriman, dan menjauhlah dari mereka.”
60- ุฃََูู
ْ ุฃَุนَْูุฏْ
ุฅَُِْูููู
ْ َูุง ุจَِูู ุขุฏَู
َ ุฃَْู َูุง ุชَุนْุจُุฏُูุง ุงูุดَّْูุทَุงَู ุฅَُِّูู َُููู
ْ
ุนَุฏٌُّู ู
ُุจٌِูู
Dan Allah berkata kepada mereka sebagai teguran dan
peringatan: “Bukankah Aku telah berwasiat kepada kalian melalui lisan
Rosul-Rosul-Ku, wahai Bani Adam, agar kalian tidak menyembah Syaithon
dan tidak menaatinya?”
“Sesungguhnya dia bagi kalian adalah musuh yang jelas
permusuhannya.”
61- َูุฃَِู ุงุนْุจُุฏُِููู
َูุฐَุง ุตِุฑَุงุทٌ ู
ُุณْุชَِููู
ٌ
“Dan Aku telah memerintahkan kalian untuk beribadah
kepada-Ku semata. Maka,
ibadah dan ketaatan kepada-Ku serta kemaksiatan kepada Syaithon, itulah Din
(Shirotun
Mustaqim) yang lurus yang mengantarkan kepada keridhoan dan Jannah-Jannah-Ku.”
62- َََูููุฏْ ุฃَุถََّู
ู
ُِْููู
ْ ุฌِุจًِّูุง َูุซِูุฑًุง ุฃَََููู
ْ ุชَُُููููุง ุชَุนَُِْูููู
“Dan sungguh, Syaithon telah menyesatkan dari
kebenaran banyak jiblun (makhluk/golongan) dari kalian. Apakah kalian
-wahai orang-orang musyrik- tidak memiliki akal yang melarang kalian
dari mengikutinya?”
63- َูุฐِِู ุฌَََّููู
ُ
ุงَّูุชِู ُْููุชُู
ْ ุชُูุนَุฏَُูู
“Inilah Jahannam yang telah dijanjikan kepada kalian
di dunia atas kekufuran kalian kepada Allah dan pendustaan kalian terhadap
Rosul-Rosul-Nya.”
64- ุงุตََْْูููุง ุงَْْูููู
َ
ุจِู
َุง ُْููุชُู
ْ ุชَُْููุฑَُูู
“Masuklah ke dalamnya hari ini dan rasakanlah panasnya,
disebabkan kekufuran kalian.”
65- ุงَْْูููู
َ َูุฎْุชِู
ُ
ุนََูู ุฃََْููุงِِููู
ْ َูุชَُِّููู
َُูุง ุฃَْูุฏِِููู
ْ َูุชَุดَْูุฏُ ุฃَุฑْุฌُُُููู
ْ ุจِู
َุง
َูุงُููุง َْููุณِุจَُูู
“Pada hari ini, Kami akan menutup atas mulut orang-orang musyrik,
sehingga mereka tidak dapat berbicara. Dan tangan mereka akan berbicara kepada
Kami mengenai apa yang telah mereka lakukan dengan kasar, dan kaki mereka akan
bersaksi mengenai apa yang telah mereka tuju di dunia dan dosa-dosa yang mereka
peroleh.”
⚡ Kekuasaan Allah untuk Mengubah
Keadaan Manusia
66- ََْููู َูุดَุงุกُ َูุทَู
َุณَْูุง
ุนََูู ุฃَุนُِِْูููู
ْ َูุงุณْุชَุจَُููุง ุงูุตِّุฑَุงุทَ َูุฃََّูู ُูุจْุตِุฑَُูู
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami butakan mata mereka
dengan menghilangkan penglihatan mereka, sebagaimana Kami menutup mulut mereka.
Maka, mereka akan bergegas menuju jalan untuk melewatinya. Namun, bagaimana hal
itu dapat terwujud bagi mereka, padahal penglihatan mereka telah dibinasakan?
67- ََْููู َูุดَุงุกُ
َูู
َุณَุฎَْูุงُูู
ْ ุนََูู ู
ََูุงَูุชِِูู
ْ َูู
َุง ุงุณْุชَุทَุงุนُูุง ู
ُุถًِّูุง ََููุง
َูุฑْุฌِุนَُูู
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami ubah ciptaan mereka
dan Kami biarkan mereka duduk di tempat mereka. Maka, mereka tidak akan mampu
untuk bergerak maju ke depan, dan tidak pula kembali ke belakang.
68- َูู
َْู ُูุนَู
ِّุฑُْู
َُِّูููุณُْู ِูู ุงْูุฎَِْูู ุฃَََููุง َูุนَُِْูููู
Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya hingga ia
menjadi tua renta, Kami kembalikan dia kepada keadaan yang ia mulai darinya,
yaitu keadaan lemah akal dan lemah jasmani. Maka, apakah mereka tidak
menggunakan akal, bahwa siapa yang melakukan hal seperti itu terhadap mereka,
Dia Mahakuasa untuk membangkitkan mereka?
๐ Al-Qur’an Bukan Syair,
Melainkan Peringatan yang Nyata
69- َูู
َุง ุนََّูู
َْูุงُู
ุงูุดِّุนْุฑَ َูู
َุง َْููุจَุบِู َُูู ุฅِْู َُูู ุฅَِّูุง ุฐِْูุฑٌ َُููุฑْุขٌู ู
ُุจٌِูู
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepada Rosul Kami Muhammad
๏ทบ, dan tidaklah pantas baginya untuk menjadi seorang penyair. Apa
yang dibawanya ini tidak lain hanyalah dzikr (peringatan) yang dijadikan
pelajaran oleh ulu al-albฤb (orang-orang yang berakal), dan Al-Qur’an
yang jelas penjelasannya atas kebenaran dan kebatilan, serta jelas hukum-hukum,
hikmah-hikmah, dan nasihat-nasihatnya.
70- ُِْูููุฐِุฑَ ู
َْู
َูุงَู ุญًَّูุง ََููุญَِّู ุงَُْْูููู ุนََูู ุงَْููุงِูุฑَِูู
(Tujuan diturunkannya) adalah untuk memberi peringatan
kepada siapa saja yang hatinya hidup (hayy al-qolb) dan
pandangannya terang benderang. Dan agar ‘adzab menjadi pasti (yahiqqo
al-qoul) atas orang-orang yang kafir kepada Allah, karena telah tegak atas
mereka Hujjah (bukti) Allah yang bฤlighoh (sempurna) dengan
adanya Al-Qur’an.
๐ Bukti Penciptaan dan
Tanggapan Kaum Musyrik
71- ุฃَََููู
ْ َูุฑَْูุง
ุฃََّูุง ุฎَََْูููุง َُููู
ْ ู
ِู
َّุง ุนَู
َِูุชْ ุฃَْูุฏَِููุง ุฃَْูุนَุงู
ًุง َُููู
ْ ََููุง
ู
َุงَُِูููู
Tidakkah makhluk-makhluk itu melihat bahwa Kami telah
menciptakan untuk kepentingan mereka an’ฤm (hewan ternak) dari apa yang
Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, sehingga mereka menguasai urusan ternak
itu?
72- َูุฐَََّْูููุงَูุง
َُููู
ْ َูู
َِْููุง ุฑَُููุจُُูู
ْ َูู
َِْููุง َูุฃَُُْูููู
Dan Kami tundukkan an’ฤm itu bagi mereka. Maka,
sebagian darinya ada yang mereka tunggangi dalam perjalanan, dan mereka angkut
di atasnya beban-beban berat. Dan sebagian darinya ada yang mereka makan.
73- ََُูููู
ْ َِูููุง
ู
ََูุงِูุนُ َูู
َุดَุงุฑِุจُ ุฃَََููุง َูุดُْูุฑَُูู
Dan bagi mereka di dalamnya terdapat manฤfi’
(manfaat-manfaat) lain yang mereka peroleh, seperti mengambil manfaat dari wol,
bulu, dan rambutnya untuk perabot rumah dan pakaian, dan lain-lain. Dan mereka
meminum susu-susu nya. Maka, apakah mereka tidak bersyukur kepada Allah yang
telah melimpahkan nikmat-nikmat ini kepada mereka, dan mereka mengikhlaskan
ibadah hanya kepada-Nya?
74- َูุงุชَّุฎَุฐُูุง ู
ِْู
ุฏُِูู ุงَِّููู ุขَِููุฉً َูุนََُّููู
ْ ُْููุตَุฑَُูู
Dan orang-orang musyrik itu mengambil alihah
(sembahan-sembahan) selain Allah yang mereka ibadahi, dengan harapan agar alihah
itu menolong mereka dan menyelamatkan mereka dari ‘adzab Allah.
75- َูุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู
َูุตْุฑَُูู
ْ َُููู
ْ َُููู
ْ ุฌُْูุฏٌ ู
ُุญْุถَุฑَُูู
Alihah itu tidak mampu menolong para penyembahnya,
dan tidak pula menolong diri mereka sendiri. Dan orang-orang musyrik
serta alihah mereka semua akan dihadirkan dalam ‘adzab, sebagian
mereka berlepas diri dari sebagian yang lain.
76- ََููุง َูุญْุฒَُْูู
َُُْููููู
ْ ุฅَِّูุง َูุนَْูู
ُ ู
َุง ُูุณِุฑَُّูู َูู
َุง ُูุนَُِْูููู
Maka, janganlah kekufuran mereka kepada Allah, pendustaan
mereka kepadamu, dan olok-olok mereka terhadapmu menjadikanmu bersedih -wahai
Rosul-. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang
mereka nyatakan, dan Kami akan membalas mereka atas hal itu.
๐ฆด Kekuasaan Allah untuk
Membangkitkan Orang Mati
77- ุฃَََููู
ْ َูุฑَ
ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฃََّูุง ุฎَََْูููุงُู ู
ِْู ُูุทَْูุฉٍ َูุฅِุฐَุง َُูู ุฎَุตِูู
ٌ ู
ُุจٌِูู
Tidakkah manusia yang mengingkari Ba’ts (kebangkitan)
itu melihat permulaan penciptaannya, sehingga ia dapat menjadikannya dalil atas
hari kembalinya (ma’ฤd)? (Yaitu) bahwa Kami menciptakannya dari nuthfah
(setetes air mani) yang melalui berbagai fase hingga ia menjadi besar, maka tiba-tiba
ia menjadi orang yang banyak berbantahan dan jelas perdebatannya.
78- َูุถَุฑَุจَ ََููุง
ู
َุซًَูุง ََููุณَِู ุฎََُْููู َูุงَู ู
َْู ُูุญِْู ุงْูุนِุธَุงู
َ ََِููู ุฑَู
ِูู
ٌ
Dan orang yang mengingkari Ba’ts itu memberikan
perumpamaan kepada Kami yang tidak selayaknya diberikan, yaitu mengukur kekuasaan
Al-Kholiq (Sang Pencipta) dengan kekuasaan makhluk. Dan ia melupakan
permulaan penciptaannya. Ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang
yang sudah hancur dan luluh lantak?”
79- ُْูู ُูุญَِْูููุง
ุงَّูุฐِู ุฃَْูุดَุฃََูุง ุฃَََّูู ู
َุฑَّุฉٍ ََُููู ุจُِِّูู ุฎٍَْูู ุนَِููู
ٌ
Katakanlah kepadanya: “Yang menghidupkannya adalah Dia yang
menciptakannya pertama kali. Dan Dia Al-‘Alฤซm (Maha Mengetahui) terhadap
seluruh ciptaan-Nya, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari
pengetahuan-Nya.”
80- ุงَّูุฐِู ุฌَุนََู
َُููู
ْ ู
َِู ุงูุดَّุฌَุฑِ ุงْูุฃَุฎْุถَุฑِ َูุงุฑًุง َูุฅِุฐَุง ุฃَْูุชُู
ْ ู
ُِْูู ุชُِููุฏَُูู
Dia-lah yang menjadikan bagi kalian dari pohon yang hijau
itu api yang membakar. Tiba-tiba kalian menyalakan api dari pohon itu. Maka,
Dia Mahakuasa untuk mengeluarkan sesuatu yang berlawanan dari sesuatu yang
berlawanan pula.
Dan di dalam hal itu terdapat dalil atas keesaan
Allah dan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Dan termasuk dari hal itu adalah
mengeluarkan orang-orang yang mati dari kubur mereka dalam keadaan hidup.
81- ุฃَََْูููุณَ ุงَّูุฐِู
ุฎَََูู ุงูุณَّู
َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ุจَِูุงุฏِุฑٍ ุนََูู ุฃَْู َูุฎَُْูู ู
ِุซَُْููู
ْ ุจََูู
ََُููู ุงْูุฎََّูุงُู ุงْูุนَِููู
ُ
“Bukankah Dia yang menciptakan langit dan bumi serta apa
yang ada di antara keduanya Mahakuasa untuk menciptakan yang seperti mereka,
sehingga Dia mengembalikan mereka sebagaimana Dia memulai mereka?”
Tentu, Dia Mahakuasa atas hal itu. Dan Dia adalah Al-Khollฤq
(Maha Pencipta) bagi semua makhluk, lagi Al-‘Alฤซm (Maha Mengetahui) atas
segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang akan Dia ciptakan, tidak ada sesuatu
pun yang tersembunyi dari-Nya.
82- ุฅَِّูู
َุง ุฃَู
ْุฑُُู
ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุดَْูุฆًุง ุฃَْู ََُูููู َُูู ُْูู ََُُููููู
Sesungguhnya urusan-Nya Subhanahu wa Ta’ala, apabila
Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka
jadilah ia. Dan termasuk dari hal itu adalah mematikan dan menghidupkan, serta Ba’ts
dan Nusyลซr.
83- َูุณُุจْุญَุงَู ุงَّูุฐِู
ุจَِูุฏِِู ู
ََُูููุชُ ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฅَِِْููู ุชُุฑْุฌَุนَُูู
Maka, Mahasuci Allah Ta’ala dan Mahamulia
dari ketidakmampuan (‘ajz) dan syirik. Dia adalah Al-Malik
(Pemilik) segala sesuatu, Al-Mutashorrif (Pengatur) urusan makhluk-Nya
tanpa ada pesaing atau penghalang. Dan sungguh telah tampak dalil-dalil
kekuasaan-Nya dan kesempurnaan nikmat-Nya. Dan kepada-Nya kalian akan
dikembalikan untuk Hisab dan Jazฤ’.