6 Keagungan Tauhid
Tauhid adalah meyakini
hanya Allah satu-satunya yang bisa menciptakan dan mengatur semua makhluk,
satu-satunya yang berhak disembah, dan satu-satunya yang sempurna nama dan
sifat-Nya.
Keutamaan Tauhid ada
banyak, di antaranya:
1) Mendapatkan
Jaminan Keamanan dan Petunjuk
Allah berfirman:
“Orang-orang yang
beriman dan tidak menodai keimanan mereka dengan kezhaliman (kesyirikan),
mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)
2) Pasti Masuk
Surga Berapapun Amalnya
Dari Ubadah bin
Ash-Shomit Rodhiyallahu ‘Anhu, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang
bersyahadat bahwa tidak ada yang
berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya,
dan Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rosul-Nya, dan kalimat-Nya
yang dihembuskan kepada Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan Surga itu benar adanya,
Neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya ke dalam Surga,
berapapun
amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Bukhori & Muslim)
3) Allah
Mengharamkan Neraka Atasnya
Dalam Shahihain di
hadits Itban Rodhiyallahu ‘Anhu, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah
mengharamkan Neraka bagi orang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala
melihat) wajah Allah.” (HR. Al-Bukhori)
Muadz Rodhiyallahu
‘Anhu berkata: aku pernah diboncengkan Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa
Sallam di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku: “Wahai Muadz,
tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya, dan apa
hak hamba-hamba-Nya yang pasti dipenuhi oleh Allah?” Aku menjawab: “Allah
dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui,” kemudian beliau bersabda: “Hak Allah
yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah
kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba
yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa
orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun,” lalu aku
bertanya: “Ya Rosulullah, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada
orang-orang?” Beliau menjawab: “Jangan engkau
lakukan itu, karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah (malas ibadah).” (HR.
Bukhori dan Muslim)
4) Kalimat Tauhid
Paling Berat di Timbangan
Dari Abu Said Al-Khudri Rodhiyallahu
‘Anhu, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Musa berkata: ‘Ya Robb,
ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu,’ Allah
berfirman: ‘Ucapkan hai Musa Laa
Ilaha Illallah!’ Musa berkata: ‘Ya Robb, semua hamba-Mu mengucapkan
itu,’ Allah menjawab: ‘Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh
penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan
dan kalimat Laa Ilaha Illallah diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya
kalimat Laa Ilaha Illallah lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban
dengan sanad shohih)
5) Diampuni
Semua Dosanya
Yakni tanpa taubat, bagi
siapa yang Allah kehendaki, baik dosa kecil maupun dosa besar.
Diriwayatkan oleh
Tirmidzi dan ia menhasankannya, dari Anas Rodhiyallahu ‘Anhu, Rosulullah
Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Allah berfirman: ‘Hai
anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat raya, dan
engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti
Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula.” (HR. At-Tirmidzi)
6) Ada Peluang Masuk Surga Tanpa Hisab dan
Siksa
Husain bin Abdurrahman berkata: “Suatu ketika
aku berada di sisi Sa'id bin Jubair, lalu ia bertanya: ‘Siapa di antara kalian melihat bintang yang jatuh semalam?’ Kemudian aku menjawab: ‘Aku,’ kemudian kataku: ‘Saat itu aku tidak sedang
melaksanakan shalat, tetapi (aku
terbangun) karena aku disengat kalajengking,’ lalu ia bertanya
kepadaku: ‘Lalu
apa yang kau lakukan?’ Kujawab: ‘Aku minta diruqyah.’ Ia bertanya lagi: ‘Apa yang mendorong kamu
melakukan hal itu?’ kujawab: ‘Yaitu: sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Asy-Sya’by kepadaku.’ Ia bertanya lagi: ‘Apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu?’ Kujawab: ‘Dia menuturkan hadits kepadaku dari Buraidah bin Hushaib: “Tidak boleh
Ruqyah kecuali karena ain (penyakit
yang timbul karena pandangan orang yang iri) atau
terkena sengatan.”
Sa'id pun berkata: “Sungguh telah
berbuat baik orang yang telah mengamalkan apa yang telah didengarnya, tetapi
Ibnu Abbas menuturkan hadits kepada kami dari Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa
Sallam, beliau bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat, lalu
aku melihat seorang Nabi
bersama sekelompok pengikut, dan seorang Nabi bersama satu dan dua pengikut, dan Nabi yang lain
lagi tanpa pengikut satupun. Tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok orang
yang banyak jumlahnya, aku mengira bahwa mereka itu umatku, tetapi dikatakan
kepadaku: bahwa mereka itu adalah Musa dan kaumnya, tiba-tiba aku melihat lagi
sekelompok orang yang lain yang jumlahnya sangat besar, maka dikatakan
kepadaku: mereka itu adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 (tujuh puluh
ribu) orang yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa disiksa lebih dahulu.”
Kemudian beliau bangkit
dan masuk ke dalam rumahnya, maka orang-orang pun memperbincangkan tentang
siapakah mereka itu? Ada di antara mereka yang berkata: “Barangkali mereka itu
orang-orang yang telah menyertai Nabi dalam hidupnya, dan ada lagi yang
berkata: “Barangkali mereka itu orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan
Islam hingga tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatupun,” dan yang
lainnya menyebutkan yang lain pula.
Kemudian Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi
wa Sallam keluar dan merekapun memberitahukan hal tersebut kepada beliau.
Maka beliau bersabda:
“Mereka itu adalah
orang-orang yang tidak pernah minta ruqyah, tidak melakukan tathayyur (pesimis
saat melihat sesuatu) dan tidak pernah meminta pengobatan kay (lukanya
ditempeli besi yang dipanaskan), dan mereka pun bertawakkal kepada Rabb
mereka.”
Kemudian Ukasyah bin Muhshan berdiri dan
berkata: mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka. Kemudian Rosul bersabda:
“Engkau
termasuk golongan mereka,” kemudian seseorang yang
lain berdiri juga dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar aku juga termasuk
golongan mereka. Rosul menjawab: “Kamu sudah kedahuluan Ukasyah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hisab adalah perhitungan
amal antara 50 sampai 500 tahun. Sementara tidak disiksa maksudnya tidak masuk
Neraka. Maka hadits ini menunjukkan sebesar-besar keutamaan Tauhid.
Maka dakwah Tauhid adalah
fokus dakwah para Nabi dan Rosul bahkan dakwah pertama mereka.
Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu
‘Anhuma, ia berkata: Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda kepada Mu’adz ketika mengutusnya ke Yaman:
“Sungguh kamu akan
mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maka hendaklah pertama
kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah –dalam riwayat yang lain
disebutkan: ‘Supaya mereka mentauhidkan Allah.’ Jika mereka mematuhi
apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah
mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka
telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka
bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang
kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir. Dan jika
mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari
mengambil harta pilihan mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang
teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dan
Allah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Semoga Allah mewafatkan
kita di atas Tauhid dan memberi kita semua keutamaan-keutamaan di atas. Amin.
Allahu a’lam.[]