Cari Artikel

Mempersiapkan...

Fokus Amal Rutin dan Jariyah Saat di Ujung Usia

 

4.1: Kedudukan Amalan Rutin di Sisi Alloh

Setelah seorang Muslim mengokohkan pondasi amal wajibnya (Bab 3), maka prioritas selanjutnya di ujung usia adalah fokus pada amalan-amalan Sunnah yang sifatnya rutin (mini habit). Amalan rutin, meskipun ringan dan sedikit, memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Alloh .

Di usia senja, energi fisik mulai menipis. Melakukan amal yang banyak dan memberatkan justru dapat menyebabkan kelelahan, bahkan terputus di tengah jalan. Rosululloh mengajarkan kita prinsip kehati-hatian dalam beramal: kuantitas harus dikalahkan oleh kualitas dan konsistensi.

Rosululloh bersabda:

وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Sungguh, amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah amal yang paling rutin meskipun sedikit.” (HR. Bukhori no. 6464)

Pelajaran dari Hadits ini:

Prioritas Konsistensi: Rosululloh tidak bersabda “amal yang paling banyak” atau “amal yang paling berat,” tetapi “amal yang paling rutin”. Konsistensi mencerminkan keteguhan hati (istiqomah) dan kejujuran seorang hamba dalam beribadah.

Ringan Bukan Berarti Rendah: Kalimat “meskipun sedikit” (wa in qolla) adalah kabar gembira bagi lansia. Tidak masalah jika Sholat Dhuha-nya hanya dua roka’at, atau zikirnya hanya dibaca sepuluh kali, asalkan dilakukan setiap hari tanpa terputus.

Bagi seorang lansia, menetapkan mini habit adalah strategi terbaik dalam beramal. Ini bisa berupa:

1. Membaca Surah Al-Mulk setiap malam.

2. Membaca Subhānallōhi wa bihamdihī seratus kali sehari.

3. Membaca satu lembar Al-Qur’an setelah Sholat Subuh.

Amalan ringan dan rutin inilah yang nantinya akan menjadi penjamin aliran pahala saat fisik sudah benar-benar lumpuh, sebagaimana yang telah kita bahas di Bab 2.

4.2: Lima Amalan Jāriyah yang Berkelanjutan Setelah Kematian

Pahala yang terus mengalir (jāriyah) adalah investasi terbaik bagi seorang Muslim di ujung usia, karena ia adalah sumber pahala yang bekerja secara otomatis setelah ia wafat. Di saat jasad sudah terkubur, amalannya masih terus dicatat.

Rosululloh bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara: Shodaqoh Jāriyah (yang terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Berdasarkan Hadits ini dan riwayat lain, berikut adalah lima bentuk investasi Jāriyah yang sangat dianjurkan bagi lansia:

1. Shodaqoh Jāriyah (Wakaf)

Ini adalah amal harta yang paling utama di ujung usia. Misalnya, mewakafkan sebidang tanah untuk Masjid atau pondok pesantren, menyumbang untuk pembangunan sumur umum, atau membeli mushaf Al-Qur’an untuk Masjid. Selama wakaf itu digunakan, pahalanya terus mengalir.

2. Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat dapat berupa:

1. Menyumbangkan buku-buku agama ke perpustakaan umum.

2. Mengajar mengaji anak-anak/cucu.

3. Mewariskan ilmu yang benar kepada murid/anak.

3. Anak Sholih yang Mendoakan

Ini adalah buah dari pendidikan. Jika di masa muda ia berhasil mendidik anak menjadi sholih yang Mu’min, maka doa anak itu adalah bekal abadi. Anak yang berbakti akan terus mendoakan orang tuanya:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

4. Mengalirkan Air (Penyediaan Fasilitas Umum)

Menyediakan fasilitas umum yang dibutuhkan umat adalah Jāriyah yang besar. Rosululloh bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sungguh, di antara amalan dan kebaikan yang akan menyusul seorang Mu’min setelah kematiannya adalah: ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak sholih yang ia tinggalkan, mushaf (Al-Qur’an) yang ia wariskan, atau Masjid yang ia bangun, atau rumah untuk ibnu sabil (musafir) yang ia bangun, atau sungai (air) yang ia alirkan, atau Shodaqoh yang ia keluarkan dari hartanya saat ia sehat dan hidup.” (HR. Ibnu Majah no. 242, dihasankan oleh Al-Albani)

5. Membangun Masjid

Membangun atau berpartisipasi dalam pembangunan Masjid adalah Jāriyah yang nilainya sangat agung.

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، أَوْ أَصْغَرَ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun Masjid karena Alloh , meskipun sekecil sarang burung (mafhashi qothōt) atau lebih kecil, Alloh akan membangunkan baginya rumah di Jannah.” (HR. Ibnu Majah no. 738, shohih)

4.3: Zikir Pagi dan Petang

Zikir adalah ibadah lisan dan hati yang paling ringan namun memiliki pahala yang luar biasa, dan sangat cocok dilakukan di usia senja. Zikir Pagi dan Petang (Al-Adzkār) memiliki dua fungsi utama: sebagai perisai dari bahaya dan sebagai penambah timbangan kebaikan.

1. Zikir sebagai Perisai (Hishnu Muslim)

Membaca dzikir di waktu pagi (setelah Subuh) dan petang (setelah Asar/Maghrib) adalah perisai yang menjaga seorang lansia dari kejahatan manusia, jin, dan bahaya. Misalnya, zikir perlindungan dari bahaya yang dibaca tiga kali:

بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan Nama Alloh, yang bersama Nama-Nya, tidak akan ada sesuatu pun di bumi dan langit yang dapat memberikan mudharat (bahaya), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud no. 5088, At-Tirmidzi no. 3388, shohih)

Siapa yang membacanya di pagi hari, ia akan dijaga hingga sore. Siapa yang membacanya di sore hari, ia akan dijaga hingga pagi. Perlindungan ini adalah prioritas penting bagi lansia yang mungkin fisiknya sudah lemah dan rentan terhadap bahaya.

2. Zikir sebagai Penambah Timbangan

Di antara zikir yang paling ringan di lisan namun paling berat di timbangan adalah:

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيمِ

“Maha Suci Alloh dengan segala puji-Nya, Maha Suci Alloh Yang Maha Agung.” (HR. Al-Bukhori no. 6404 dan Muslim no. 2694)

Prioritaskan zikir ini di setiap waktu luang, saat duduk santai, atau saat menunggu.

3. Penghapus Dosa Seratus Kali

Rosululloh juga menyebutkan keutamaan bagi yang rutin membaca:

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Siapa yang mengucapkan Subhānallōhi wa bihamdihī seratus kali dalam sehari, maka diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhori no. 6405 dan Muslim no. 2691)

Amalan ini sangat ringan dan dapat dilakukan sambil duduk atau berbaring, namun hasilnya adalah ampunan dosa sebesar buih di lautan. Ini adalah amal Jāriyah lisan yang sangat dianjurkan.

4.4: Sholawat kepada Nabi

Sholawat kepada Nabi Muhammad adalah amalan yang sangat mulia, bahkan ia adalah satu-satunya amal yang pasti diterima oleh Alloh , menurut sebagian ulama.

Alloh berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sungguh, Alloh dan para Malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Keutamaan Sholawat di Ujung Usia

Pelipatgandaan Rohmat: Setiap kali seorang hamba bersholawat, ia akan dibalas oleh Alloh dengan sepuluh kali lipat sholawat (rohmat) dan diangkat derajatnya.

Rosululloh bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Siapa yang bersholawat kepadaku sekali, Alloh akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR. An-Nasa’i no. 1297, shohih)

Penghilang Kegalauan: Ubay bin Ka’ab rodhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi tentang seberapa banyak waktu yang harus ia alokasikan untuk bersholawat. Setelah berbincang, Nabi bersabda ketika Ubay memilih semua dzikirnya berupa sholawat:

إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ

“Jika demikian (kamu perbanyak sholawat), niscaya kamu akan dicukupkan dari kegalauanmu dan diampuni dosamu.” (HR. At-Tirmidzi no. 2457, hasan)

Kegalauan (ham) dan kecemasan seringkali menyertai masa tua. Sholawat adalah obat mujarab yang meringankan beban hati dan pikiran, sekaligus menjadi Jāriyah lisan yang pahalanya terjamin.

4.5: Membiasakan Sholat Witir dan Sholat Dhuha

Meskipun Sunnah, Sholat Witir adalah Sholat Sunnah yang sangat ditekankan oleh Rosululloh , bahkan Abu Hanifah menganggapnya wajib.

Sholat-Sholat ini memiliki keutamaan khusus bagi lansia karena ia melengkapi kekurangan dalam Sholat Fardhu.

1. Sholat Dhuha (Sholat Awābin)

Sholat Dhuha adalah Sholat yang dilakukan di pagi hari, antara terbit matahari hingga menjelang Dhuhur. Sholat ini berfungsi sebagai Shodaqoh atas seluruh persendian tubuh.

Rosululloh bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، ... وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, di setiap persendian salah seorang dari kalian ada kewajiban Shodaqoh.... Dan cukuplah dari semua itu dua roka’at yang ia Sholat-kan dari Sholat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720)

Sholat Dhuha minimal dua roka’at, dan paling banyak 8 atau 12 roka’at (khilafiyah). Bagi lansia, cukup dengan dua roka’at rutin di pagi hari sudah menjadi penyempurna dan Shodaqoh atas tubuhnya yang mungkin sering merasa nyeri dan pegal di masa tua.

2. Sholat Witir

Witir adalah penutup dari Sholat malam, dan ia memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan Rosululloh tidak pernah meninggalkannya, baik saat mukim maupun saat Safar.

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir Sholat kalian di malam hari adalah Witir.” (HR. Al-Bukhori no. 998 dan Muslim no. 751)

Seorang lansia yang mungkin kesulitan untuk Qiyamul Lail yang panjang, cukup dengan Sholat Isya, kemudian dilanjutkan dengan satu roka’at Witir sebelum tidur, sudah termasuk mengamalkan Sunnah Mu’akkadah ini. Witir menjadi khotimul ‘amal (penutup amal) Sholat hariannya, yang sangat penting untuk dijaga keistiqomahannya.

4.6: Investasi Pendidikan Anak

Meskipun anak sholih telah disebutkan sebagai salah satu dari tiga amal Jāriyah utama, penting untuk mengulasnya lebih dalam. Investasi pendidikan anak adalah Jāriyah yang paling utama, karena ia adalah cerminan dari peran seorang hamba sebagai penerus generasi.

1. Pahala Pendidikan Anak

Pahala dari anak yang sholih bukan hanya terbatas pada doa mereka. Setiap amal ketaatan yang dilakukan oleh anak (Sholat, Puasa, shodaqoh) yang merupakan hasil dari pendidikan orang tua, pahalanya akan terus mengalir kepada orang tua, tanpa mengurangi sedikit pun pahala anak tersebut.

Rosululloh bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: أَنَّى لِي هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguh, seorang lelaki akan diangkat derajatnya di Jannah, lalu ia bertanya: ‘Dari mana datangnya pahala ini?’ Maka dikatakan kepadanya: “Disebabkan oleh istighfar anakmu untukmu.” (HR. Ibnu Majah no. 3660, dihasankan oleh Al-Albani)

2. Wasiat Ketaatan di Ujung Usia

Peran orang tua di ujung usia adalah memberikan talqīn (bimbingan) ketaatan. Nabi Ibrohim Alaihissalam dan Ya’qub Alaihissalam menjadikan wasiat Tauhid sebagai prioritas terakhir mereka.

Alloh berfirman:

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Ibrohim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ia berkata): ‘Wahai anak-anakku, sungguh Alloh telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Al-Baqoroh: 132)

Bagi seorang lansia, tidak ada amal Jāriyah yang lebih berharga daripada memastikan anak-anak dan cucu-cucunya tetap berada di atas Tauhid dan Sunnah, sehingga mereka menjadi mata rantai ketaatan yang tak terputus.


 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url