Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang-Orang yang Hadir dan Selain Mereka Atas Mayit
[18] Dibolehkan
bagi mereka membuka wajah mayit dan menciumnya di antara kedua matanya, karena
Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu mencium Nabi ﷺ
setelah wafatnya, dan menangisinya selama 3 hari, berdasarkan Hadits shohih
dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Abu Bakar rodhiyallahu
‘anhu datang dengan menunggang kudanya dari tempat tinggalnya di As-Sunh
sampai turun (dari kuda), lalu ia masuk ke Masjid, sementara Umar rodhiyallahu
‘anhu sedang berbicara dengan orang-orang. Ia tidak berbicara dengan
orang-orang, sampai ia masuk menemui Aisyah rodhiyallahu ‘anha. Ia
langsung menuju (janazah) Nabi ﷺ,
sementara beliau ditutupi dengan kain burdah hibaroh. Ia membuka wajah
beliau, lalu menunduk di atasnya, mencium beliau di antara kedua matanya,
kemudian menangis. Lalu ia berkata: “Ayah dan ibu saya menjadi tebusan Anda,
wahai Nabiyulloh ﷺ, Alloh tidak akan
mengumpulkan 2 kematian atas Anda. Adapun kematian yang sudah ditentukan atas
Anda, Anda telah menjalaninya.”
Dalam
riwayat lain:
“Anda telah
meninggal dunia dengan kematian yang tidak akan ada kematian lagi setelahnya.”
Hadits
Abdulloh bin Ja’far rodhiyallahu ‘anhuma:
“Nabi ﷺ menunda (mendatangi) keluarga Ja’far selama 3 hari, lalu beliau
mendatangi mereka dan bersabda:
«لاَ
تَبْكُوا عَلَى أَخِي بَعْدَ الْيَوْمِ»
“Janganlah
kalian menangisi saudaraku setelah hari ini.”
Hadits ini
akan datang lafazh lengkapnya dalam bagian Ta’ziyah (ucapan belasungkawa) in syaa
Alloh Ta’ala.
Hadits Anas
rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Kami masuk
bersama Rosululloh ﷺ menemui Abu Saif—ia adalah
suami dari ibu susuan Ibrohim ‘alaihis Sholat wa Salam. Rosululloh ﷺ mengambil Ibrohim, lalu mencium dan menciuminya. Kemudian kami
masuk menemuinya setelah itu, dan Ibrohim sedang sakarot maut. Kedua mata
Rosululloh ﷺ berlinang air mata. Lalu Abdurrohman bin Auf rodhiyallahu ‘anhu
bertanya kepada beliau: “Anda (menangis) juga, wahai Rosululloh ﷺ?”
Beliau
menjawab:
«يَا
ابْنَ عَوْفٍ!
إِنَّهَا رَحْمَةٌ»
“Wahai Ibnu
Auf! Ini adalah rohmat (kasih sayang).”
Kemudian
beliau menyambungnya dengan yang lain, lalu bersabda:
«إِنَّ
الْعَيْنَ لَتَدْمَعُ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا نُرْضِي رَبَّنَا
وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ»
“Mata ini
mencucurkan air mata dan hati bersedih, dan kami tidak berkata kecuali apa yang
diridhoi Robb kami. kami atas
perpisahan denganmu, wahai Ibrohim, sangat bersedih.”