Ilmu dan Tulisan (Takdir) Menurut Abul Hasan Al-Asy'ari
Imam Abul Hasan Al-Asy’ari berkata:
* وأن الله عالم
ما العباد عاملون، وكتب أن ذلك يكون، وأن الأمور بيد الله
Bahwa Allah
mengetahui apa yang akan dikerjakan para hamba, telah menulis bahwa itu pasti
akan terjadi, dan segala perkara di tangan Allah.
Bahasa:
(عالم): asal kata ilmu atas sesuatu adalah mengetahuinya sesuai
dengan apa adanya dan memahaminya.
Penjelasan:
Ini adalah
sebuah landasan yang agung dari pokok-pokok Ahli Sunnah wal Jama’ah. Imam
Al-Hafizh Abu Bakr Al-Isma’ili telah menetapkan ini dalam kitabnya I’tiqod
A’immah Ahlil Hadits (hlm. 57), di mana beliau berkata: “Mereka berkata
bahwa tidak ada jalan bagi siapa pun untuk keluar dari ilmu Alloh, tidak pula
perbuatannya dapat mengalahkan kehendak Alloh, dan tidak pula ia dapat mengubah
ilmu Alloh. Karena sungguh Dia adalah Yang Maha Mengetahui, tidak pernah jahil
dan tidak pernah lupa, dan Yang Maha Kuasa, tidak pernah terkalahkan.”
Alloh Subhanahu
wa Ta’ala telah mengetahui apa yang akan diperbuat oleh para hamba sebelum
Dia menciptakan mereka, dan Dia telah menuliskan bahwa hal itu akan terjadi di
dalam Al-Lauh Al-Mahfuzh, serta menghendaki agar hal itu terjadi. Maka segala
sesuatu berada di Tangan-Nya, dan tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya
sebelum Dia menciptakan mereka. Karena sungguh Dia Subhanahu Maha
Mengetahui, yang tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, baik di bumi
maupun di langit.
Catatan:
Penempatan
bab ini kurang tepat, karena posisinya seharusnya berada dalam pembahasan
masalah Qodar (Takdir), mengingat bahwa Ilmu Ilahi adalah tingkatan pertama
dari keimanan kepada Qodar yang tidak akan sempurna tanpanya.
Ringkasan:
Ahli Sunnah
berpandangan bahwa Alloh telah mengetahui perbuatan para hamba sebelum Dia
menciptakan mereka, telah menuliskan dan menakdirkannya. Apa yang telah Alloh
takdirkan pasti terjadi, dan segala urusan berada di Tangan-Nya Subhanahu.
Diskusi:
S1: Apakah
ada sesuatu dari perbuatan hamba yang tersembunyi dari Alloh?
S2: Apakah
Alloh telah mengetahui perbuatan para hamba sebelum perbuatan itu terjadi?