Karya Tulis Tentang Makki dan Madani dalam Al-Quran
Salah 1
bukti perhatian terhadap berbagai topik adalah dengan menyusun karya tulis
khusus mengenainya. Sekelompok ulama terdahulu dan peneliti belakangan telah
menyusun karya tulis tersendiri mengenai ilmu Makki dan Madani, di antaranya:
1. Makki bin Abi
Tholib Hammusy Al-Qoisi (437 H).[1]
Dan kitab beliau ini masih berupa manuskrip yang hilang.
2. Abdul Aziz bin
Ahmad bin Sa’id Ad-Damiri, yang dikenal dengan Ad-Dirini (694 H)[2].
Dan kitabnya juga masih berupa manuskrip yang hilang sampai sekarang.
Di
antaranya juga adalah kitab-kitab tentang Nuzulul Qur’an (Turunnya
Al-Qur’an) yang dari judul dan isinya tidak akan lepas dari penyebutan Makki
dan Madani:
Nuzulul
Qur’an karya Tinta
Umat (Hibrul Ummah) Abdullah bin Abbas, disebutkan oleh An-Nadim dalam Al-Fihrist.[3]
Nuzulul
Qur’an karya Al-Hasan
Al-Bashri, disebutkan oleh An-Nadim dalam Al-Fihrist.
Nuzulul
Qur’an karya
Adh-Dhohhak bin Muzahim.[4]
Ma
Nazala minal Qur’an bi Makkah wa Ma Nazala bil Madinah, karya penulis majhul (tidak
diketahui).[5]
Yatimatud
Durar fin Nuzul wa Ayatish Suwar, karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad (656 H)[6],
Perpustakaan Chester Beatty nomor 3961 dalam 1 kumpulan.
Tanzilul
Qur’an karya Ibnu
Syihab Az-Zuhri, tahqiq: Sholahuddin Al-Munajjid.
Fadhoilul
Qur’an wa Ma Unzila minal Qur’an bi Makkah wa Ma Unzila bil Madinah karya Abu Abdillah Muhammad bin
Ayyub bin Adh-Dhurois Al-Bajali (294 H). Tahqiq Ghozwah Badir. Meskipun
mayoritas isinya tentang Fadhoil (Keutamaan) Al-Qur’an, namun disebutkan di
sini karena judulnya dan sebagian topiknya.
Dan dari
studi-studi modern (kontemporer):
Khoshoish
As-Suwar wal Ayat Makkiyyah wa Maqoshiduha, Dr. Ahmad Abbas Al-Badawi, ini adalah
disertasi ilmiah yang dengannya penulis meraih gelar Doktor pada tahun 1400 H /
1980 M di Mesir.
Khoshoish
As-Suwar wal Ayat Madaniyyah: Dhowabithuha, wa Maqoshiduha, karya: Adil Muhammad Sholih Abu
Al-Ula, ini adalah tesis Magister di Universitas Ummul Quro, 1404 H / 1984 M.
Dan telah dicetak oleh Dar Al-Qiblah lits Tsaqofah Al-Islamiyyah di Jeddah, dan
Muassasah Ulumil Qur’an di Beirut.
Muqoddimah
fi Khoshoish Al-Khithob Al-Qur’ani bainal ‘Ahdaini Makki wal Madani, Dr. As-Sayyid Abdul Maqsud Ja’far.
Dan di
antara sumber-sumber Makki dan Madani adalah ensiklopedia-ensiklopedia Ilmu
Al-Qur’an seperti:
1. Al-Burhan fi
‘Ulumil Qur’an
karya Badruddin Az-Zarkasyi (794 H)
2. Al-Itqon fi ‘Ulumil
Qur’an karya
Jalaluddin As-Suyuthi (911 H)
3. Az-Ziyadah
wal Ihsan fi ‘Ulumil Qur’an karya Ibnu ‘Aqilah Makki (1150 H)
Begitu pula
kitab-kitab ilmu Al-Qur’an lainnya, kitab-kitab Tafsir, Fadhoil Al-Qur’an,
dan selainnya.
[1]
Lihat Al-Itqon 1/36,
dan Thobaqot Al-Mufassirin karya Ad-Dawudi 2/331).
[2]
Lihat Al-Itqon 1/36, Thobaqot
Asy-Syafi’iyyah karya As-Subki 5/133.
[3]
Lihat: Al-Fihrist karya
An-Nadim tahqiq Ridha Tajaddud hal 40. Lihat pula Majalah Al-Maurid Jilid 9
Edisi 4, 1401 H/1981 M dan Mu’jam Ad-Dirosat Al-Qur’aniyyah Al-Mathbu’ah wal
Makhthuthah Dr. Ibtisam Marhun Ash-Shoffar hal 724.
[4]
Lihat Mu’jam Mushonnafat
Al-Qur’an Al-Karim 1/137.
[5]
Lihat Majalah Al-Maurid
edisi yang telah disebutkan sebelumnya, tulisan tangan, Al-Azhar nomor 7/673.
[6]
Lihat Majalah Al-Maurid
edisi yang telah disebutkan sebelumnya.