Cari Artikel

Mempersiapkan...

Kewajiban Hamba dalam Agamanya - Ibnu Taimiyyah

 

Kewajiban hamba dalam agamanya adalah mengikuti apa yang difirmankan oleh Alloh dan apa yang disabdakan oleh Rosul-Nya Muhammad , serta para Khulafa ar-Rasyidin al-Mahdiyyin (kholifah yang mendapat petunjuk) setelah beliau dari kalangan Shohabat, dan juga para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik.

Hal ini karena Alloh mengutus Muhammad dengan bukti-bukti nyata dan petunjuk, dan mewajibkan kepada seluruh manusia untuk beriman dan mengikutinya secara lahir maupun bathin.

Maka Alloh berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah: ‘Hai manusia, sungguh aku adalah Rosul Alloh kepada kalian semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia. Dia menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kepada Alloh dan Rosul-Nya, yaitu Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis) yang beriman kepada Alloh dan kalimat-kalimat-Nya, serta ikutilah dia agar kalian mendapat petunjuk.’” (QS. Al-A’rof: 158)

Dan Nabi bersabda:

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوا بِهَا، وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafa ar-Rasyidin al-Mahdiyyin setelahku. Peganglah dengan erat dan gigitlah dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara yang baru dalam agama, karena sungguh setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. At-Tirmidzi no. 2676 dan Abu Dawud no. 4607)

Para Khulafa ar-Rasyidin adalah orang-orang yang menggantikan Nabi dalam ilmu yang bermanfaat dan amal sholih. Dan orang yang paling berhak mendapatkan julukan ini adalah para Shohabat rodhiyallahu ‘anhum.

Sungguh Alloh memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan untuk menegakkan agama-Nya. Mustahil bagi Alloh –padahal Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana– memilih untuk menemani Nabi-Nya melainkan orang-orang yang paling sempurna imannya, paling lurus akalnya, paling lurus amalnya, paling kuat tekadnya, dan paling benar jalannya.

Maka mereka adalah orang yang paling berhak diikuti setelah Nabi , dan setelah mereka adalah para imam agama yang dikenal dengan petunjuk dan kesholihan.


 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url