Madaniyyah: Karakteristik Tema
Menyebutkan
masalah-masalah akidah secara global sebagai pengingat dengannya dan penekanan
atasnya karena besarnya pengaruh akidah dalam kepatuhan mengamalkan rincian
syariat yang menjadi ciri fase Madaniyyah.
Penekanan
pada Jihad dan motivasi padanya untuk menghadapi pembangkangan orang-orang
kafir, serta merinci hukum-hukumnya dan apa yang berkaitan dengannya berupa
perjanjian-perjanjian, harta rampasan perang (ghonimah), tawanan, dan Sholat
(khouf), serta menyebutkan dampaknya di dunia dan Akhiroh. Maka pilihannya
adalah kesabaran, kemuliaan, dan kemenangan, atau mati syahid dan pahala yang
agung.
Menolak
kemunafikan, dan membongkar orang-orang munafik dalam sikap dan perilaku
mereka, serta menjelaskan golongan-golongan mereka dan menyebutkan sifat-sifat kejiwaan
dan fisik mereka.
Mereka itu:
﴿وَإِذَا
رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ
خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ
قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ﴾
“Dan
apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika
mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan
kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras
ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah
terhadap mereka; semoga Alloh membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai
dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4)
Hal itu
karena kemunafikan tidaklah ada kecuali pada fase Madaniyyah ketika kaum Muslimin
memiliki negara, kekuatan, dan kewibawaan.
Perdebatan
dengan Ahli Kitab dan menegakkan hujjah atas mereka, serta menjelaskan
penyembunyian mereka terhadap ilmu yang ada pada mereka, dan penyimpangan
mereka terhadap kitab-kitab mereka. Serta menjelaskan kedustaan dan kebohongan
mereka atas nama Alloh, dan klaim mereka bahwa mereka adalah anak-anak Alloh
dan kekasih-kekasih-Nya, dan bahwa Naar tidak akan menyentuh mereka kecuali
beberapa hari saja, dan bahwa tidak akan masuk Surga kecuali mereka, dan selain
itu dari bentuk-bentuk kesesatan dan tipu daya.
Perhatian
yang luas terhadap hukum-hukum, adab-adab, dan pengarahan-pengarahan yang
mengatur seluruh aspek kehidupan yang berbeda-beda; ibadah seperti puasa, haji,
dan zakat; keluarga seperti pernikahan, talak, dan warisan; dan apa yang
berkaitan dengan adab-adab individu dan jamaah, serta jenis-jenis muamalah
harta dan selainnya.
Dan
ungkapan yang paling dekat yang meringkas tema-tema Makki dan Madani adalah:
Bahwa tema-tema Makki umumnya dalam Akidah, dan Madani umumnya dalam Syariat.[1]
[1]
Lihat: ‘Ulumul Qur’an
Dr. Adnan Zarzur 141, dan Muqoddimah fi Khoshoish Al-Khithob Al-Qur’ani,
dan Al-Madkhol li Dirosatil Qur’an Al-Karim 231.