Metodologi Tafsir Abu Hayyan (w. 745 H)
Nama
Mufassir
Abu
Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Ali bin Yusuf bin Hayyan Al-Andalusi
Al-Ghornathi yang terkenal dengan Abu Hayyan.[1]
Nama
Tafsirnya
البحر المحيط في التفسير
Al-Bahr
Al-Muhith fit Tafsir.
Aqidahnya
Ia adalah muawwil
(orang yang men-ta’wil) Asy’ari. Ia menjadikan Ibnu ‘Athiyyah (w. 541
H), Az-Zamakhsyari (w. 538 H), Ar-Rozi (w. 606 H), dan Al-Baqillani (w. 403 H) sebagai
rujukan utama baginya dalam bab ini.
Deskripsi
Umum Tafsir
Tafsir ini
adalah rujukan penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui aspek-aspek i’rob
(analisis tata bahasa) dari lafazh-lafazh Al-Qur’an. Karena penulisnya
meluaskan pembahasan dalam masalah Nahwu dan perbedaan pendapat di antara para
ahli Nahwu. Ia banyak menukil dari Az-Zamakhsyari (w. 538 H) dan Ibnu ‘Athiyyah
(w. 541 H) dan ia mengomentari keduanya, terutama Az-Zamakhsyari karena
pandangan-pandangan Mu’tazilahnya. ia
menutup penafsirannya terhadap ayat-ayat dengan ucapan prosa yang menjelaskan
isi ayat-ayat sesuai dengan makna yang ia pilih secara ringkas.
Sikapnya
terhadap Hukum Fiqih
Ia membahas
hukum-hukum dan menukil pendapat para fuqoha’ (ahli Fiqih) yang empat dan
selain mereka, serta merujuk ke kitab-kitab Fiqih.
Sikapnya
terhadap Bahasa, Nahwu, dan Syair
Ia
meluaskan pembahasan dalam masalah i’rob (analisis tata bahasa) dan
Nahwu hingga kitabnya hampir menyerupai kitab-kitab Nahwu daripada kitab-kitab
tafsir. ia menutup penafsirannya
terhadap ayat-ayat dengan menyebutkan ilmu Al-Bayan (retorika) dan Al-Badi’
(keindahan sastra) di dalamnya. Ia adalah imam dalam Nahwu dan bahasa Arob.
Sikapnya
terhadap Qiro’at
Ia
mengumpulkan qiro’at mutawatiroh dan syadzah dan menyebutkan
arahan maknanya dalam ilmu bahasa Arob. Ia menukil pendapat Salaf dan Kholaf
(orang-orang setelah Salaf) dalam memahami makna-maknanya. Ia tidak
meninggalkan satu kata pun, meskipun sudah terkenal, kecuali ia membicarakannya
dan menjelaskan ghowamidz (hal-hal yang samar) dari i’rob, badi’,
dan bayan (retorika) yang ada di dalamnya.
[1] Biografinya
terdapat dalam: Ad-Duror Al-Kaminah (5/70), Al-Badr Ath-Tholi’ (2/288), Dzail
Tadzkiroh Al-Huffazh (23), Asy-Syadzarot (6/145), Mu’jam
Al-Mufassirin (2/655).
