Cari Artikel

Mempersiapkan...

Metodologi Tafsir An-Nasafi (w. 710 H)

 


Nama Mufassir

Abu Al-Barokat Abdullloh bin Ahmad bin Mahmud An-Nasafi Al-Hanafi.[1]

Nama Tafsirnya

مدارك التنزيل وحقائق التأويل

Madarik At-Tanzil wa Haqo’iq At-Ta’wil.

Aqidahnya

Ia adalah salah satu Asya’iroh garis keras yang men-ta’wil. Ia men-ta’wil semua Shifat (sifat-sifat Alloh) tanpa kecuali.

Deskripsi Umum Tafsir

Ia meringkasnya dari Tafsir Al-Baidhowi (w. 705 H) dan dari Al-Kasysyaf (karya Az-Zamakhsyari, w. 538 H), dengan meninggalkan hal-hal yang berbau Mu’tazilah di dalam Al-Kasysyaf. Ia memasukkan di dalamnya apa yang dimasukkan oleh Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya berupa pertanyaan dan jawaban. Tafsir ini berada di tengah-tengah antara panjang dan ringkas.

Sikapnya terhadap Hukum Fiqih

Ia membahas madz-hab Fiqih ketika menafsirkan ayat-ayat hukum, dan mengarahkan pendapat-pendapat tanpa bertele-tele. Ia membela madz-hab Hanafiyah-nya dan membantah orang yang menyelisihinya di banyak kesempatan.

Sikapnya terhadap Bahasa, Nahwu, dan Syair

Ia mengumpulkan berbagai aspek i’rob (analisis tata bahasa) dan qiro’at tanpa menyimpang dari topik, dan ia menyertakan di dalamnya apa yang ada di dalam Al-Kasysyaf berupa poin-poin balaghoh (retorika) dan muhassinat badi’iyyah (keindahan sastra).

Sikapnya terhadap Qiro’at

Ia berpegang teguh pada Al-Qiro’at As-Sab’ Al-Mutawatiroh (Tujuh Qiro’at yang Mutawatir) disertai dengan menisbatkan setiap qiro’ah kepada qori’-nya (pembacanya).

Sikapnya terhadap Isro’iliyyat

Ia sangat sedikit menyebutkan Isro’iliyyat. Apa yang ia sebutkan terkadang ia komentari, dan terkadang tidak.


 



[1] Biografinya terdapat dalam: Ad-Duror Al-Kaminah fi A’yani Al-Mi’ah Ats-Tsaminah karya Ibnu Hajar Al-Asqolani (w. 852 H) (2/247), Mu’jam Al-Mufassirin (1/304-305).

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url