Muqoddimah Kitab Al-Qoul Al-Mukhtashor Al-Mubin fi Manahij Al-Mufassirin (Metodologi Para Mufassir) - Abu Abdillah Muhammad Al-Hamud Al-Najdi
﷽
Hanya kepada-Nya
kami memohon pertolongan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Segala puji hanyalah milik Alloh. Kami memuji-Nya,
memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Alloh
dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberi
petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang
disesatkan-Nya, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. aku bersaksi bahwa tidak ada ilah
(sesembahan) yang berhak disembah selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya,
dan aku bersaksi bahwa Muhammad ﷺ
adalah hamba dan Rosul-Nya.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ
إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Ya Alloh, limpahkanlah Sholawat kepada Muhammad ﷺ dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan
Sholawat kepada Ibrohim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. berikanlah keberkahan kepada Muhammad ﷺ dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan
keberkahan kepada Ibrohim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Amma ba’du:
Inilah kata-kata ringkas yang menjelaskan beberapa tafsir
yang terkenal, beserta karakteristiknya dari sisi Hadits, Fiqih, Bahasa, dan
lainnya, serta penjelasan tentang sikap para penulis tafsir tersebut dari ‘aqidah
Salafiyyah (keyakinan kaum Salaf), terutama yang berkaitan dengan Asma’ was
Shifat (Nama dan Sifat Alloh). Hal ini karena penjelasan madz-hab (metode)
seorang mufassir dalam Nama dan Sifat Alloh dapat menunjukkan komitmennya terhadap
madz-hab lainnya, seperti Mu’tazilah atau Asya’iroh dan lainnya.
Sungguh, pada awalnya aku menulisnya untuk diriku sendiri,
kemudian aku merasa perlu menyebarkannya di antara para penuntut ilmu agar
manfaatnya meluas kepada yang lain, dan orang selain diriku dapat mengambil
faidah darinya.
Ada dua hal yang mendorongku melakukan ini:
Pertama: Aku melihat banyak Muslim—bahkan dari
kalangan penuntut ilmu—yang mengoleksi beberapa kitab tafsir, padahal dia tidak
mengetahui ‘aqidah (keyakinan) penulis kitab tersebut!! Apalagi mengetahui
keistimewaan kitab itu dari sisi lain, seperti Fiqih dan Bahasa, dan seterusnya
(khususnya).
Kedua: Tidak ada
—sepengetahuanku— kitab
ringkas mengenai masalah ini. Padahal, keringkasan itu sendiri adalah salah
satu pendorong untuk menulis dan mengarang, sebagaimana yang dikatakan oleh
Abul Hasan Al-Khozin (w. 741 H) dalam muqoddimah (kata pengantar)
tafsirnya: “...Sepatutnya setiap orang yang menyusun sebuah kitab dalam suatu
bidang yang telah didahului orang lain, maka kitabnya tidak boleh kosong dari
lima faidah:
1. Mengambil kesimpulan dari sesuatu jika ia rumit.
2. Atau mengumpulkannya jika ia tersebar.
3. Atau menjelaskannya jika ia samar.
4. Atau susunan dan penyusunan yang baik.
5. Atau menghilangkan hal-hal yang tidak penting dan
bertele-tele.
aku berharap
kitab ini tidak kosong dari sifat-sifat yang aku sebutkan ini....
Aku telah mengambil manfaat dalam hal-hal yang berkaitan
dengan Fiqih, Bahasa, syair, qiro’at (bacaan), dan penyebutan Isro’iliyyat dari
kitab At-Tafsir wal Mufassirun (Tafsir dan Para Mufassir) karya Syaikh
Salafi Dr. Muhammad Husain Adz-Dzahabi (w. 1398 H) rohimahullahu ta’ala
(semoga Alloh merohmatinya). Itu adalah kitab yang bermanfaat lagi berguna,
yang mana penulisnya telah berupaya keras di dalamnya, mengkaji banyak kitab
tafsir, dan menyebutkan karakteristik setiap tafsir yang ia sebutkan. Semoga
Alloh membalasnya dengan kebaikan dan mengampuninya.
Aku juga mengambil manfaat dalam hal yang berkaitan dengan
Shifat (sifat-sifat Alloh) dari kitab Al-Mufassirun baina At-Ta’wil wal Itsbat
fi Ayati Ash-Shifat (Para Mufassir antara Ta’wil dan Itsbat
dalam Ayat-ayat Sifat) karya Syaikh Muhammad bin Abdurrohman Al-Maghrowi.
aku tambahkan
padanya apa yang terkumpul dariku berupa catatan, peringatan, dan penelitian.
Aku menyusunnya berdasarkan tahun wafat para mufassir, yang paling awal
didahulukan, kemudian yang berikutnya, dan begitu seterusnya.
aku menamainya
dengan Al-Qoul Al-Mukhtashor Al-Mubin fi Manahij Al-Mufassirin (Ucapan
Ringkas yang Jelas mengenai Metodologi Para Mufassir)[1].
Akhirnya, aku memohon kepada Alloh As-Sami’ Al-‘Alim (Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) agar memberikan manfaat bagi kaum Muslimin
melalui kitab ini, dan tidak menghalangi kami dari pahala dan keberkahannya. penutup do’a kami adalah Alhamdu
lillahi Robbil ‘Alamin (Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam).
ini ditulis
oleh
Muhammad bin Hamd Al-Humud An-Najdi
Kuwait - Jumada Akhiroh tahun 1409 H
[1] Penelitian ini telah
diterbitkan dalam serial yang berurutan di majalah bergengsi Al-Furqon, dimulai
dari edisi ke-5 Syawwal 1409 H sampai edisi ke-16. Kemudian
saudara-saudaraku seiman meminta agar ini dikumpulkan dalam bentuk buku kecil
agar mudah diambil manfaatnya, dan faidah meluas. Aku telah menambahkan banyak
tambahan untuk melengkapi penelitian dan faidah.
