Cari Artikel

Mempersiapkan...

Pesona Surga dalam Sifat Penduduknya

 

5.1 Tingginya 60 Hasta

Penduduk Jannah masuk Jannah dalam rupa yang paling sempurna dan paling indah, yaitu dalam rupa bapak mereka Adam ‘alaihis salam. Tidak ada yang lebih sempurna dan lebih lengkap dari rupa dan penciptaan yang Alloh ciptakan untuk bapak manusia, Adam. Alloh menciptakannya dengan Tangan-Nya, menyempurnakan penciptaannya, dan memperindah rupanya. Setiap orang yang masuk Jannah berada dalam rupa dan penciptaan Adam. Alloh menciptakannya tinggi seperti pohon kurma yang menjulang, tingginya di langit 60 hasta (sekitar 30 meter).

Dalam Shohih Muslim, dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh , beliau bersabda:

خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا.. فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، فَلَمْ يَزَلِ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ

“Alloh ‘Azza wa Jalla menciptakan Adam dalam rupa-Nya, tingginya 60 dzirō’ (hasta)... Maka setiap orang yang masuk Jannah berada dalam rupa Adam, dan tingginya 60 dzirō’. Setelahnya, penciptaan terus berkurang.” (HR. Muslim, no. 2841)

5.2 Berakhlak Mulia dan Rupawan

Jika penciptaan lahiriah mereka sama, maka penciptaan batiniah mereka juga sama. Jiwa mereka bersih (shōfiyah), roh mereka suci (thōhirah) dan mulia (zakiyyah).

Dalam Shohih Muslim, dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dalam Hadits yang beliau menjelaskan sifat masuknya penduduk Jannah, di antaranya rombongan yang masuk Jannah, cahaya mereka seperti bulan purnama, beliau bersabda:

أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

“Akhlak mereka seperti akhlak satu orang laki-laki, dalam rupa bapak mereka Adam, 60 dzirō’ di langit (tingginya).” (HR. Muslim, no. 2834)

5.3 Tidak Berbulu dan 33 Tahun

Di antara keindahan rupa mereka adalah mereka jurd (tidak berbulu) dan murd (tidak berjenggot), seolah-olah mereka memakai kuĥl (celak mata). Semuanya masuk Jannah dalam usia kekuatan dan kemudaan, yaitu usia 33 tahun.

Dalam Musnad Ahmad (241 H) dan Sunan At-Tirmidzi (279 H), dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh , beliau bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدًا مُرْدًا، كَأَنَّهُمْ مُكْحَلُونَ، أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ

“Penduduk Jannah masuk dalam keadaan jurd (tidak berbulu) dan murd (tidak berjanggut), seolah-olah mereka memakai kuĥl (celak mata), usia 30 tiga tahun.” (HR. Al-Jami’, no. 7928)

Penduduk Jannah – sebagaimana dalam Hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu di Shohihain:

لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ، وَلَا يَتَغَوَّطُونَ

“Tidak meludah di dalamnya, tidak mengeluarkan ingus, dan tidak buang hajat.”

5.4 Tidak Tidur

Penduduk Jannah tidak tidur. telah datang dalam Hadits Jabir bin ‘Abdillah dan ‘Abdulloh bin Abi Aufa rodhiyallahu ‘anhumā, bahwa Rosululloh bersabda:

النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ، وَلَا يَنَامُ أَهْلُ الْجَنَّةِ

“Tidur adalah saudaranya kematian, dan penduduk Jannah tidak tidur.”[1]


 



[1] Syaikh Nashiruddin Al-Albani (1420 H) menyebutkan Hadits ini dalam Silsilatu Al-Ahadits Ash-Shohihah: 3/74, no. 1087. Ia menyebutkan di sana bahwa Hadits ini dikeluarkan oleh banyak kitab Hadits, di antaranya Al-Kāmil karya Ibnu ‘Adiy (365 H), Al-Ĥilyah karya Abu Nu’aim (430 H), Tārīkh Ashbahān karyanya. Syaikh Nashir mengumpulkan jalur-jalur Hadits itu, dan ia menutup pembahasan Hadits itu dengan berkata: “Secara umum, Hadits ini shohih dari sebagian jalur periwayatannya dari Jabir."


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url