Cari Artikel

Mempersiapkan...

Pujian Manusia Atas Mayit

 

[26] Pujian kebaikan atas mayit dari sekumpulan Muslim yang jujur, yang minimalnya adalah 2 orang dari tetangganya yang sholih dan berilmu yang mengenalnya, menyebabkan mayit tersebut masuk Jannah. Tentang hal ini terdapat beberapa Hadits:

Pertama: Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Sebuah janazah melewati Nabi , lalu ia dipuji dengan kebaikan, dan lisan-lisan (orang-orang) pun saling memuji kebaikan. Mereka berkata: “Kami tahu ia mencintai Alloh dan Rosul-Nya .” Maka Nabi Alloh bersabda: “Wajib! Wajib! Wajib!”

sebuah janazah lain melewati beliau, lalu ia dipuji dengan keburukan, dan lisan-lisan (orang-orang) pun saling memuji keburukan. Mereka berkata: “Ia adalah seburuk-buruk orang dalam agama Alloh.” Maka Nabi Alloh bersabda: “Wajib! Wajib! Wajib!”

Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Ayah dan ibu saya menjadi tebusan Anda! Sebuah janazah melewati Anda lalu dipuji dengan kebaikan, lalu Anda berkata: ‘Wajib! Wajib! Wajib!’ sebuah janazah melewati Anda lalu dipuji dengan keburukan, lalu Anda berkata: ‘Wajib! Wajib! Wajib?’”

Maka Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ»

“Siapa yang kalian puji dengan kebaikan, maka wajib baginya Jannah. siapa yang kalian puji dengan keburukan, maka wajib baginya Naar.”

«الْمَلائِكَةُ شُهَدَاءُ فِي اللَّهِ فِي السَّمَاءِ وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ»

“Para Malaikat adalah saksi-saksi Alloh di langit, dan kalian adalah saksi-saksi Alloh di bumi, kalian adalah saksi-saksi Alloh di bumi, kalian adalah saksi-saksi Alloh di bumi.”

Dalam riwayat lain: “orang-orang Mu’min adalah saksi-saksi Alloh di bumi. Alloh memiliki Malaikat yang berbicara melalui lisan bani Adam tentang kebaikan dan keburukan yang ada pada seseorang.”

Kedua: Dari Abul Aswad Ad-Dili, ia berkata:

Saya datang ke Madinah dan di sana sedang terjadi wabah penyakit, dan mereka meninggal dunia secara cepat. Saya duduk di samping Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu. Lalu sebuah janazah melewati, dan janazah itu dipuji dengan kebaikan. Umar berkata: “Wajib!” Saya bertanya: “Apa yang wajib, wahai Amirul Mu’minin?”

Ia berkata: “Saya katakan sebagaimana yang Nabi sabdakan:

«أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ»

“Muslim mana saja yang 4 orang bersaksi atasnya dengan kebaikan, Alloh akan memasukkannya ke Jannah.”

Kami bertanya: “3 orang?” Ia menjawab: “3 orang.” Kami bertanya: “2 orang?” Ia menjawab: “2 orang.” Kemudian kami tidak bertanya lagi tentang 1 orang.

Ketiga:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَشْهَدُ لَهُ أَرْبَعَةٌ مِنْ أَهْلِ أَبْيَاتِ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ أَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ مِنْهُ إِلَّا خَيْرًا إِلَّا قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ قَبِلْتُ قَوْلَكُمْ أَوْ قَالَ بِشَهَادَتِكُمْ وَغَفَرْتُ لَهُ مَا لَا تَعْلَمُونَ»

“Tidak ada seorang Muslim pun yang meninggal dunia lalu 4 orang dari penghuni rumah-rumah tetangganya yang terdekat bersaksi bahwa mereka tidak mengetahui darinya kecuali kebaikan, melainkan Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman: ‘Aku telah menerima perkataan kalian—atau beliau bersabda: Dengan kesaksian kalian—dan Aku mengampuninya atas apa yang tidak kalian ketahui.”

Ketahuilah bahwa keseluruhan Hadits-Hadits yang 3 ini menunjukkan bahwa kesaksian ini tidak khusus bagi para Shohabat, tetapi juga berlaku bagi orang-orang Mu’min setelah mereka yang berada di atas jalan mereka dalam iman, ilmu, dan kejujuran. Inilah yang dipastikan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar (852 H) dalam kitab Al-Fath, maka siapa yang ingin penjelasan lebih lanjut, hendaklah ia merujuk kepada perkataan beliau.

Kemudian, pembatasan kesaksian dengan 4 orang dalam Hadits ketiga, yang tampak adalah sebelum Hadits Umar rodhiyallahu ‘anhu yang sebelumnya. Sebab, di dalam Hadits Umar rodhiyallahu ‘anhu cukup dengan kesaksian 2 orang, dan itulah yang menjadi pegangan.

Adapun perkataan sebagian orang setelah Sholat janazah: “Apa yang kalian saksikan tentangnya? Bersaksilah atasnya dengan kebaikan,” lalu mereka menjawab dengan ucapan mereka: “Sholih,” atau “termasuk orang baik,” dan sebagainya, maka ini sama sekali bukan yang dimaksud dalam Hadits tersebut, bahkan ini adalah bid’ah yang buruk. Sebab, ini bukanlah amalan Salaf (generasi terdahulu), dan karena orang-orang yang bersaksi seperti itu pada umumnya tidak mengenal mayit, bahkan terkadang mereka bersaksi berbeda dengan apa yang mereka ketahui, sebagai respons atas permintaan orang yang meminta kesaksian kebaikan, karena mereka mengira itu bermanfaat bagi mayit. Padahal, mereka tidak tahu bahwa kesaksian yang bermanfaat hanyalah yang sesuai dengan kenyataan pada diri orang yang disaksikan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh sabda beliau dalam Hadits: “Alloh memiliki Malaikat yang berbicara melalui lisan bani Adam tentang kebaikan dan keburukan yang ada pada seseorang.”

Kematian ketika Gerhana?

[27] Jika kebetulan ada seseorang meninggal dunia bersamaan dengan gerhana matahari atau bulan, maka hal itu tidak menunjukkan apa-apa. Keyakinan bahwa itu menunjukkan keagungan orang yang meninggal hanyalah termasuk khurofat jahiliyah yang dibatalkan oleh Rosululloh pada hari putranya, Ibrohim ‘alaihis Salam, meninggal dunia dan terjadi gerhana matahari. Maka beliau berkhutbah kepada orang-orang dan memuji Alloh serta menyanjung-Nya, kemudian beliau bersabda:

«أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَقُولُونَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ إِلَّا لِمَوْتِ عَظِيمٍ وَإِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِه عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ وَإِلَى الصَّدَقَةِ وَالْعَتَاقَةِ وَالصَّلاةِ فِي الْمَسَاجِدِ حَتَّى تَنْكَشِفَ»

Amma ba’du, wahai sekalian manusia, dahulu kaum jahiliyah berkata: ‘Matahari dan bulan tidak gerhana melainkan karena meninggalnya orang besar.’ Padahal keduanya adalah 2 tanda dari tanda-tanda Alloh, keduanya tidak gerhana karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena hidupnya. Akan tetapi, Alloh menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengan keduanya. Maka jika kalian melihat sesuatu dari itu, segeralah berlindung kepada dzikir, doa, dan istighfar (memohon ampunan) kepada-Nya, serta kepada sedekah, memerdekakan budak, dan Sholat di Masjid-Masjid sampai (gerhana) itu berakhir.”


 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url