Cari Artikel

Mempersiapkan...

Panduan Lengkap Puasa Romadhon - Nor Kandir [Penutup Buku]

 


Kita telah menyelami samudera hukum, adab, serta hikmah yang terkandung dalam salah satu rukun Islam yang paling agung. Kesimpulan utama yang dapat kita petik adalah bahwa Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah bentuk ketundukan total jiwa dan raga kepada perintah Sang Pencipta demi meraih derajat taqwa yang hakiki.

Buku ini telah memaparkan betapa luasnya rohmat Alloh melalui berbagai keringanan yang diberikan kepada musafir, orang sakit, serta wanita hamil dan menyusui. Hal ini menegaskan bahwa syariat Islam datang untuk memberikan kemaslahatan dan bukan untuk menyengsarakan hamba-Nya. Namun di sisi lain, ketegasan hukum mengenai rukun, syarat sah, serta konsekuensi berat bagi mereka yang sengaja merusak kesucian Puasa menunjukkan bahwa ibadah ini menuntut kesungguhan dan iman yang tinggi. Setiap dalil yang telah disebutkan dalam lembaran-lembaran sebelumnya adalah pijakan kuat bagi kita agar tidak terjatuh dalam amalan yang sia-sia atau bid’ah yang tertolak.

Alloh Ta’ala berfirman sebagai pengingat akan kesempurnaan nikmat-Nya:

﴿وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqoroh: 185)

Kita menyadari bahwa ilmu tanpa amal adalah ibarat pohon tanpa buah. Setiap pembaca hendaknya dapat mempraktikkan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat memasuki bulan suci Romadhon. Marilah kita jadikan Romadhon sebagai kesempatan untuk membersihkan hati dari noda-noda kemaksiatan, menghidupkan malam-malamnya dengan Sholat dan Al-Qur’an, serta menghiasi hari-harinya dengan kedermawanan dan akhlak yang mulia. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan kekuatan untuk istiqomah di atas jalan ketaatan ini hingga ajal menjemput.

Rosululloh bersabda dalam sebuah doa yang sangat penting untuk kita hayati:

«اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ»

“Ya Alloh, tolonglah aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu.” (HSR. Abu Dawud no. 1522)

Jadikanlah setiap Romadhon seolah-olah itu adalah Romadhon terakhir dalam hidup kita. Jangan tunda bertaubat dan jangan sia-siakan setiap detik yang diberikan. Ilmu yang telah didapat dari panduan ini wajib diamalkan agar menjadi hujjah yang membela kita di hadapan Alloh.

Alloh Ta’ala berfirman:

﴿يَٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS. Al-Anfal: 24)

Rosululloh bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ»

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, dan tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2417)

Allohu a’lam.[NK]

 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url